Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Harus gimana dengan GDPR

Beberapa kali terima email tentang GDPR. Entah dari google, gmail, para penyedia aplikasi de el el. Awalnya bingung harus gimana dengan GDPR ini. Apa sih yang namanya GDPR itu. Terus terang bentuknya aja masih gak jelas seperti apa ya. Cari di google kok banyakan larinya tentang DPR walaahh.. yang ini mah agak enggan untuk dibahas disini yak.

harus gimana dengan gdpr

Harus gimana dengan GDPR

Karena lagi cukup sibuk juga, baca email panjang secara detail itu gak sempat. Coba tanya-tanya dulu sama temen deh, apa sih GDPR itu dan kita yang suka ngeblog dan bikin website harus gimana. Tapi yang ditanya juga ternyata bingung gak tahu haha…

GDPR itu sependek pengetahuanku ya berkenaan dengan peraturan penggunaan data pribadi. Dan kebijakan ini munculnya di Eropa. Okay.. menurut mbah google dan om wiki, GDPR adalah singkatan dari General Data Protection Regulation.

Kepada dikau dikau yang ternyata kedapatan melanggar undang-undang GDPR akan dikenai sanksi berat. Pihak atau organiasi, atau perusahaan yang melanggar akan didenda hingga 4% dari omset total tahunan atau sebesar € 20 juta (kurleb 344 Milyar rupiah), dipilih yang mana yang lebih besar.

Peraturan ini akan diberlakukan mulai 25 May 2018, yup, mulai hari ini di seantero jagad eh seluruh dunia ding. Kalang kabut deh sayah, harus gimana dengan GDPR yang ngerti aja masih seuprit.

Telusur sana sini, ternyata kesimpulannya hanyalah 2 point. Sebagai blogger dan tukang bikin website, cuma dua hal yang harus dilakukan

→ Edit privacy policy di blog/web kita sesuai dengan aturan GDPR

⇒ Setujui kebijakan baru, TOS dari Google Adsense untuk pemain adsense
sila go to https://policies.google.com/technologies/partner-sites

That’s all! itu dulu aja. Truz.. what Next?

 

 GDPR untuk Pebisnis Online

Jika kita punya bisnis online yang berdiri sendiri, dan dalam bisnis tersebut ada pengumpulan data pribadi terutama target market di Eropa, mungkin sebaiknya menyewa konsultan khusus untuk menangani masalah GDPR ini. Apabila bisnis kita tidak menyasar pasar Eropa, ya tidak terlalu perlu membuat penyesuaian kebijakan baru di perusahaan anda.

Pengumpulan data yang dimaksud berkenaan dengan,

  1. Informasi dasar seperti nama, alamat dan no ID
  2. Data web seperti lokasi, alamat IP, cookie dan RFID
  3. Data kesehatan dan genetik
  4. Data biometrik
  5. Data- data etnis dan ras
  6. Opini politik
  7. Orientasi seksual

Jika kita berbisnis menggunakan pihak lain, mengikuti pihak lain atau menjadi bagian dari organisasi lain, kita hanya perlu menyesuaikan dengan aturan mereka. Dan yang pasti, juga harus meng-update halaman privacy policy.

Misalkan kita menjadi bagian pedagang olshop di marketplace seperti tokopedia, dll. Ada baiknya kita selalu mengecek email dari mereka terkait dengan GDPR ini.

Okey.. mungkin kedepan ada informasi baru terkait GDPR, akan saya tulis di postingan berikutnya.

♥ Tetap semangat Menjalankan Ibadah Puasa ♥

 

One Response

Add a Comment