Mengungkap Fakta Sriwijaya Kerajaan Nusantara Pertama

Benarkah Sriwijaya kerajaan nusantara pertama? Pertanyaan ini menjadi pertanyaan banyak orang. Bagaimana tidak, Indonesia adalah salah satu negara maritim terbesar di dunia. Dikenal dengan nusantara yang bercirikan adanya perairan di antara daratan yang terpisah satu sama lain. Antara pulau yang satu dengan pulau yang lain yang merupakan berada dalam satu wilayah kekuasaan yang sama yaitu Indonesia. Setidaknya begitulah arti nusantara yang kita ketahui selama ini.

Sriwijaya Kerajaan Nusantara Pertama

Peta Sriwijaya. (Srivijaya)

sumber foto : http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Srivijaya_Empire_id.svg

Sriwijaya Kerajaan Nusantara Pertama

Dua Kerajaan Terbesar

Sebetulnya ada dua kerajaan yang sering disebut-sebut sebagai kerajaan nusantara. Dua kerajaan tersebut adalah Sriwijaya dan Majapahit. Dua kerajaan inilah yang selalu dijadikan cotoh bahwa sebelum jaman kolonial Indonesia sudah mengenal nasionalisme. Setidaknya oleh mereka para kaum nasionalis di abad ke-20. Dari kedua kerajaan inilah nusantara mulai dikenal. Bahwa persatuan itu sudah ada sejak jaman sebelum para penjajah menguasai bumi pertiwi ini.

Pelayaran

Dalam masalah pelayaran juga membuat terkenalnya Sriwijaya kerajaan nusantara pertama. Salah satu bukti bahwa kerajaan Sriwijaya sudah menguasai teknik dan teknologi pelayaran yang mumpuni bisa kita lihat dari Arca-arca yang terdapat pada Candi Borobudur sebagai salah satu peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Dalam Arca tersebut dapat kita lihat kapal yang terbuat dari kayu dengan cadik ganda. Tiangnya layar yang berlayar mengitari seluruh lautan di nusantara sekitar abad ke-8 masehi.

Cadik ini ternyata merupakan ciri khas perahu yang juga digunakan oleh bangsa Austronesia yang berlayar sepenjang perairan Asia Tenggara, Oseania serta Samudera Hindia. Itulah sebabnya kepal kayu jenis inilah yang juga menjadi alat transportasi maupun alat pertempuran yang digunakan oleh para pedagang dan juga angkatan laut Kerajaan Sriwijaya. Dengan kapal ini Kerajaan Sriwijaya berhasil menguasai kemaharajaan bahari pada abad ke-7 hingga ke-13 masehi.

Perdagangan

Untuk urusan perdagangan, Kerajaan Sriwijaya menjadikan perdagangan sebagai kegiatan utama perolehan perekonomian kerajaan. Komoditi yang mereka jual mulai dari kapur barus, kayu gaharu, cengkeh, kapulaga, pala, gading, emas, dan timah. Itulah sebabnya kekayaan Raja Sriwijaya bisa dikatakan sebanding dengan raja-raja di India. Untuk keberhasilan bisnis Kerajaan Sriwijaya menjalin hubungan yang baik dengan Kaisar China agar mendapatkan izin untuk menjual komoditasnya paad Tiongkok. Begitupun halnya dengan India yang juga sudah dikuasai Sriwijaya kerajaan nusantara pertama ini.

Penguasaan pelabuhan utama di Asia Tenggara membuat perdagangan mereka dapat berjalan mulus. Perannya sebagai pelabuhan utama mampu membuat Kerajaan Sriwijaya dapat selau mendominasi perdagangan di kawasan Asia Tenggara. Bila perlu Kerajaan Sriwijaya tidak segan-segan untuk memerangi negeri Jiran sebagai pesaingnya dalam perdagangan. Jika sudah berhasil ditaklukan maka masuklah pesaingnya ini ke dalam jaringan mandala Sriwijaya. Ini terjadi tidak hanya pada satu bandar pelabuhan, tapi banyak. Sebut saja Kota Kapur di Pulau Bangka, Bandar Malayu di Jambi, dll.

Bahasa Melayu

Bahasa Melayu adalah bahasa yang digunakan oleh Kerajaan Sriwijaya. Luasnya area perdagangan memungkinkan mereka bertemu dengan berbagai adat dan budaya bangsa lain. Namun, dominasi mereka hingga kolonialisasi yang mereka lakukan mampu membuat Bahasa Melayu menjadi bahasa yang digunakan hampir di setiap daerah yang mereka kuasai. Terutama daerah-daerah yang berada di pesisir atau tepi-tepi sungai besar. Wilayah yang memang dapat dijangkau oleh perahu angkatan laut Kerajaan Sriwijaya.

Semakin luas kekuasaan Kerajan Sriwijaya membuat pengaruhnya juga semakin besar. Itulah sebabnya bahasa Melayu menjadi bahasa yang cukup banyak dipergunakan di kawasan-kawasan yang seudah pernah dijamah oleh para pedagang serta angkatan laut Kerajaan Sriwijaya. Bangsa-bangsa yang diduga memang pernah dikuasai oleh Kerajaan Sriwijaya yang semakin mengokohkan perannya sebagai kemaharajaan bahari atau nusantara ini. Hal ini dapat kita lihat dari penemuan berbagai prasasti dengan menggunakan bahasa melayu kuno yang merupakan cikal bakal bahasa melayu dan juga bahasa Indonesia modern.

Kebudayaan Nusantara

Selain bahasa, pengaruh besar Kerajaan Sriwijaya juga mencakup meluasnya kebudayaan nusantara terutama dengan gaung nama Sriwijaya ini. Sebut saja Gending Sriwijaya yang begitu dibanggakan di kota asalnya Palembang. Penggunaan ‘Sriwijaya sebagai nama jalan, universitas, dan tempat-tempat yang dianggap besar dan agung di kemudian hari. Hal ini semata untuk menghormati Kerajaan Sriwijaya kerajaan nusantara pertama di Indonesia.

Budaya mereka didominasi oleh Budaya Hindu-Budaha. Di beberapa area yang sempat dikuasai Kerajaan Sriwijaya bahkan dibangun beberapa candi yang mengokohkan pengaruh besar Kerajaan Sriwijaya di sana. Bahkan Kerajaan Sriwijaya dijadikan tempat utama untuk mempelajari Agama Hindu sementara baru kemudian di negeri asalnya yaitu Negeri Jiran yang notabene merupakan pesaing Kerajaan Sriwijaya.

Itulah Sriwijaya kerajaan nusantara pertama tidak hanya di Indonesia bahkan di dunia. Menjadikan Sriwijaya memiliki kegungan tersendiri yang dikenal hingga kini walaupun Kerajaannya sendiri sempat tak terdengar gaungnya. Hingga tulisan mengenai Kerajaan Sriwjaya ini dipublikasikan kembali oleh seorang Sarjana berkebangsaan Perancis dalam surat kabar berbahasa Indonesia dan Belanda.

One Response

Add a Comment