Oleh-Oleh Bandung – Seminar Photography dan Travel Writing

Seminar Photography dan Travel Writing

mbak Rika on stage
Urung datang! Sudah melintas dikepala menyadari bahwa sepanjang satu hari kemarin menderita sakit. Tetapi semangatku ternyata mengalahkan rasa sakit. Belum lagi perasaan sayang, karena sudah membayar biaya Seminar Photography dan Travel Writing ini. Kuminum obat dari seorang sahabat sebagai dopping, rasa segar efek obat tadi membulatkan tekadku berangkat dari Jakarta menuju Bandung menghadiri seminar dan kembali ke rumahku yang juga berada di Bandung pada pagi subuh ini.
 
Sampailah aku di Kedai Kopi Mata Angin di pinggir jalan Laswi yang mulai penuh pengunjung peserta seminar. Hampir saja aku terlambat, larak-lirik mencari meja kosong. Nah.. dapat PW.. posisi wenak.. di sudut kiri belakang kedai kopi yang sederhana namun homy dan cozy khas aroma petualang. Ayo kita mulai…, semangat di hati kembali muncul. Ya, aku sudah menunggu seminar semacam ini dari tahun lalu. Melihat info dari mbak Rika Tjahyani di FB, tanpa pikir panjang aku ikut mendaftar. Temanya itu loh yang bikin greget “Making Money from Your Writing”, Ternyata peserta bukan hanya dari kota Bandung, tapi ada yang datang dari Jakarta, Semarang bahkan ada yang dari Singapore.
 
Menit demi menit lewat, aku menyimak serius, kepo banget deh dengan yang namanya travel writing. Mulai dari uraian mbak Hannie Kusuma, pemred majalah Pesona, sampai penjabaran panjang dari Mas Teguh Sudarisman semuanya sangat menarik untuk disimak. Kalimat kunci dari mbak Hannie “win the Editor’s heart” itu sesuatu banget. Hal yang patut diingat untuk kita yang punya niat serius menjadi freelancer di bidang travel writing.
 
Selanjutnya mas Teguh yang juga founder dari Penulis Pengelana menyampaikan beberapa rahasia dapurnya selama bertahun-tahun menekuni dunia yang penuh petualangan ini. Dunia yang telah membawanya menjelajah ke seantero dunia. Sebuah proses yang gampang-gampang susah, mulai dari pemahaman apakah Travel Writer itu, sampai tips bagaimana menghasilkan uang dari menulis artikel atau feature perjalanan. 
 
Nah.. ini yang paling ditunggu-tunggu.. bagaimana cara kita bisa menghasilkan uang dari perjalanan kita. Apabila kita hobi travel, bukan lagi kita mengeluarkan biaya melainkan perjalanan kita dibiayai. Bagaimana tahapan-tahapan sampai kita bisa diundang ke suatu tempat yang fancy, lux dan menarik di dalam dan luar negri, untuk membuat liputan. Ada tahapan yang mesti dilalui seorang pemula, sampai pada tahap bisa menghasilkan amazing income dan amazing trip, yaitu di tahapan ke 7.. penasaran kan? ayo.. kalau ada seminar seperti ini lagi buruan ikutan.

Sesi terakhir mengenai photography dipenuhi dengan slide show foto-foto hasil jepretan mas Teguh. Kita harus bisa menarik ilmu dari melihat dan membandingkan foto-foto tersebut. Agak susah juga memahami bagai mana memotret yang baik untuk kualitas seorang travel writer. Waktu yang relatif singkat ini terasa kurang apabila kita ingin mendalami teknik photography. Tetapi menurutku sudah lumayan cukup untuk sekedar introduction. Kalau ingin melihat lebih lanjut, silakan simak di websitenya mas Teguh, di TGIF Magazine

mbak Hannie Kusuma, Pemred Pesona magazine
Rangkaian acara yang diselingi tanya jawab secara santai, jauh dari kesan formal membuat suasana kedai menjadi hangat. Ditemani camilan pisang goreng bertabur rempah dan ice kopi kilimanjaro pilihanku tadi. Belum lagi banjir hadiah disela-sela sesi tanya jawab. Sayangnya aku belum beruntung mendapatkan segala macam hadiah itu.
Okeey.. kini tiba di akhir acara, yaitu pengumuman peserta yang mendapatkan doorprize. Dan ternyata.. aku mendapatkan hadiah terakhir. Tidak menyangka akhirnya namaku disebut juga. Surprise, thanks God, ternyata aku dapat Parfum dari Paris.. wow, sepertinya lebih mahal nih dari hadiah-hadiah lainnya.. hehe… . Goodie bag dari majalah Pesona yang merupakan kakak majalah Femina dari Femina group, melengkapi senyumku juga satu kotak pisang bakar   memenuhi tanganku ketika berjalan pulang. Semoga akan ada acara seperti ini lagi di lain waktu, syukur-syukur diadakan outdoor di kawasan wisata yang menarik, sehingga bisa sekaligus latihan menulis cerita. Terima Kasih kepada Mbak Rika, Mbak Ema dari Kedai Kopi Mata Angin, Komunitas Kreatif, Komunitas Penulis Pengelana, Komunitas IIDN juga sponsor Donat Madu Cihanjuang.
Seminar Photography dan Travel Writing
Foto bersama mas Teguh Sudarisman dan mbak Hannie usai acara
ada quote menarik di dinding kedai kopi Mata Angin:
” Life is either a daring adventure or nothing”

12 Comments

Add a Comment