Sekilas Info Penting Seputar Candi Cetho

Candi Cetho atau Ceto atau Cetha adalah salah satu candi bercorak agama Hindu yang berlokasi di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Berada di atas ketinggian 1400m dari atas permukaan laut yang mulai diekskavasi dari reruntuhan untuk keperluan pemugaran pada tahun 1928 oleh Dinas Purbakala Hindia Belanda.

Statue at cetho.jpg
Statue at cetho” by Chriswan Sungkono – I, Chriswan Sungkono, created this work entirely by myself.. Licensed under CC BY-SA 3.0 via Wikipedia.

 

Asal Nama ‘Cetho”

Cetho adalah sebuah nama dusun di Karanganyar yang merupakan tempat dimana Candi Cetho didirikan. Istilah ‘Cetho’ berasal dari bahasa Jawa yang artinya yaitu ‘Jelas’. Alasan penamaan ini karena dari dusun Cetho inilah masyarakat bisa melihat pemandangan pegunungan yang mengitari dusun ini. Mulai dari Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Gunung Lawu, termasuk puncak Gunung Sumbing dan Sindoro.

Arsitektur Candi

Arsitektur Candi Ceto ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan candi bercorak Hindu lainnya. Keunikannya terletak pada bentuknya yang menyerupai punden berundak dengan 14 tingkatan yang berupa teras berundak. Sayangnya pemugaran yang dilakukan hanya berhasil memugar hanya 9 teras saja. Sebelum masuk ke Gapura besar yang berbentuk Candi Bentar Anda dapat menemukan dua pasang Arca penjaga. (Ciri Khas Candi Hindu)

Sejarah Candi

Catatan mengenai Candi Ceto ini dicatat pada pertama kalinya pada tahun 1842 oleh Van de Vlies. Para ahli sejarah menemukan bahwa Candi ini dibangun pada abad ke-15. Bertepatan dengan rutuhnya kejayaan Kerajaan Majapahit. Itulah sebabnya berpengaruh pada bentukan candi yang menyerupai punden berundak. Sebagai indikasi munculnya kembali kebudayaan masyarakat asli yang berada di sekitar candi. Sekilas Info Penting Seputar Candi Cetho

Namun ada sebagian ahli yang justru berpendapat bahwa candi dibangun jauh sebelum jaman majapahit. Alasannya karena gambar-gambar dalam relief yang dimunculkan tidak terlihat memiliki karakteristik seperti orang jawa melainkan orang Sumeria atau Romawi. Sementara pemugaran baru dilakukan sekitar tahun 1928 dengan memulai proses penggalian.

Kedua kota yang juga dapat terlihat dengan jelas dari Candi Cetho ini. Menjadi salah satu lokasi sejarah yang wajib dikunjungi jika Anda sedang berlibur di daerah ini. Sehingga tidak hanya bersenang-senang tapi juga bisa sambil belajar sejarah. Mengenal lebih dekat hasil maha karya nenek moyang kita di masa lalu..***

One Response

Add a Comment