Sarapan Pagi

GK179_350A
Selamat Pagiiii….
Apakah ibu-ibu dan bapak-bapak sudah menyiapkan sarapan untuk keluarga pagi ini?. Sarapan pagi yang kalo orang londo bilang breakfast, suatu kegiatan pagi hari yang dilakukan oleh hampir seluruh penduduk di muka bumi. Jarang sekali  seseorang meninggalkan sarapan. Bahkan ketika seorang muslim berpuasa, dia akan menggantinya dengan Sahur. Kenapa ya semua manusia butuh asupan di pagi hari?, seperti  mengisi  baterai handphone supaya tetap terus menyala, dan bagai mengisi bensin kendaraan agar terus berjalan.
Pada setiap belahan dunia yang berbeda, beda pula jenis sarapan paginya. Masing-masing mempunyai  tradisi untuk menikmati makan pagi. Bahan makanan untuk mengolah sarapan pagipun, beda tempat beda pula jenisnya. Masyarakat pedesaan di Indonesia umumnya menyesuaikan menu pagi dengan hasil pertanian daerah setempat, biasanya mereka menyukai  menu sarat karbohidrat seperti singkong dan nasi, supaya cukup tenaga untuk aktivitas fisik berat seperti bertani. 
Untuk masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan, sekarang ini lebih leluasa memilih bahan makanan untuk santap pagi. Karena di setiap pasar tradisional, supermarket sampai hypermarket, menyediakan bahan makanan yang datang dari berbagai penjuru dunia.
Sepuluh tahun lalu, sulit mencari syrup maple di Indonesia. Syrup sebagai teman pancake dan wafel, khas American breakfast. Di Indonesia tidak ada pohon maple, wajarlah kalau tidak ada yang memproduksi syrup maple, kalau syrup markisa banyak hehe.. . Tapi saat ini, syrup ini mudah kita jumpai di supermarket manapun. Apakah menu sarapan warga perkotaan di Indonesia lantas berubah gaya?.  Saya tidak bisa menjawab dengan pasti. Tapi selayang pandang bisa disimpulkan, dengan irama kota yang sibuk, kebanyakan memilih menu praktis.
Warga kota besar biasanya tidak punya banyak waktu untuk sarapan pagi. Perjalanan menuju kantor bisa memakan waktu dua sampai tiga jam akibat kemacetan, membuat mereka harus berangkat lebih pagi. Menu praktis menjadi pilihan terbaik. Roti berulas mentega dengan selai favorit, nasi goreng atau mie instan plus secangkir kopi atau teh. Kalaupun kita menyantap menu “tidak praktis” seperti nasi uduk, nasi kuning, ketoprak atau bubur ayam, biasanya kita akan beli di warung langganan atau pedagang keliling sehingga siap santap.

Lisa Gopar

4 Comments

Add a Comment