Pisau-Pisau Kecil yang Tajam

 

Review Buku

                                       
Pertama membuka buku CERITA DI BALIK NODA, kesan yang ditimbulkan hanya satu, simple. Sampul berwarna putih bersih dengan cipratan warna cokelat. Minimalis, sederhana tetapi tepat sasaran. Tanganku tidak bisa berhenti membalik lembaran-lembaran kertas, sampai habis 42 kisah 235 halaman.

Fira Basuki, sang penulis, mengumpulkan kisah ini dari beberapa orang. Kebanyakan mereka ibu-ibu hebat yang mau membagi cerita hidupnya. Fira menuliskan dengan gaya penuturan sederhana dan langsung pada intinya, tidak berpanjang-panjang membosankan. Satu judul hanya sekitar 5 halaman.


Kisah yang disampaikan secara sederhana selalu mudah dicerna, dinikmati dan dipahami. Semua tentang “NODA”, dalam arti harfiah maupun jalan hidup yang ternoda. Seperti kisah “Tak Jadi”, dimana sebuah mahligai pernikahan sakral terkotori. Suami melakukan kekhilafan dan meminta maaf kepada isterinya, penghapusan noda yang harus berjalan selama 2 tahun. Sulit menentukan kisah favorit di buku ini karena semuanya bagus menurutku. Mungkin beberapa cerita pilihanku karena mirip dengan kejadian yang pernah kualami.

SEPERTI APAKAH BENTUK perhatian dan cinta? Rina kerap bertanya-tanya apakah Agung mencintainya. Mereka memang telah menikah hampir dua tahun dan sudah memiliki anak laki-laki berusia 6 bulan. Tapi akhir-akhir ini Agung hanya kerja, kerja dan kerja. Pulang malam, bahkan sering ke luar kota.“Sabar, Ma, papa melakukan semua ini untuk keluarga,” kata Agung ketika Rina mengutarakan keberatannya.


Perbedaan cara pandang antara laki-laki dan perempuan yang kerap terjadi, disajikan secara apik oleh Fira. Sebagian besar kaum pria memang tidak memberikan perhatian atau kejutan kecil seperti yang didapatkan Lisa dari suaminya. Lisa memang beruntung, namun Rina bukan tidak beruntung. Dia mendapat kasih sayang dengan cara yang berbeda. Hal yang dipertanyakan Rina membuat secercah noda keraguan akan cinta di rumah tangga mereka. Padahal laki-laki seperti Agung dan sekian juta lainnya sepertinya lebih suka menampilkan cinta dalam bentuk tanggung jawab. Bahkan laki-laki lebih suka “diminta” memberikan atau melakukan sesuatu. Membuat mereka merasa bahagia bisa memenuhi permintaan sang isteri. Tapi jangan suruh mereka untuk memikirkan apa yang baik dan cocok untuk isterinya karena kerap menimbulkan kebingungan. Hey ingat.., mereka laki-laki dengan otak laki-laki bukan perempuan.

Buku ini penuh dengan cerita kehidupan. Catatan kehidupan ibarat goresan pena pada sehelai kertas putih. Baik atau buruk, goresan itu melekat erat di kertas putih. Apabila kertas itu ternoda, bagaimana kita menghapusnya? dengan cairan penghapus? dengan stiker? atau kita menggunakan penghapus pulpen? Bahkan mungkin kita robek kertas itu dan menggantinya dengan lembaran baru, meninggalkan bekas robekan. Apapun yang kita gunakan, tidak akan menjadikan kertas kita putih bersih mulus kembali. Pasti ada bekas yang ditinggalkan, walau samar. Sehingga yang terpenting adalah bagaimana kita berdamai dengan masa lalu dan melanjutkan perjalanan. Noda kehidupan selayaknya noda cucian, jangan direndam kelewat waktu, ikutilah petunjuk pencucian dengan benar.

Buku Cerita Di Balik Noda dan Berani Kotor itu Baik, merupakan kumpulan kisah pendek yang dihidangkan Fira dengan lugas dan tepat mengenai tujuan. Seperti rangkaian pisau-pisau kecil yang tajam.


Informasi Buku:
Judul: Cerita Di Balik Noda
Sub. Judul: 42 kisah inspirasi jiwa
Penulis: Fira Basuki
Editor: Candra Gautama
Perancang Sampul: LOWE Indonesia
Penerbit:  KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) bekerja sama dengan Rinso Indonesia
Tebal:  235 halaman
Cetakan:  I, Januari 2013

 

9 Comments

Add a Comment