Meterial Pembuat Candi Borobudur Berdiri Kokoh

Candi Borobudur - Candi BudhaAnda tentu penasaran tentang bagaimana Candi Borobudur ini dapat tersusun sedemikan rupa. Apa bahan atau material pembuat candi Borobudur menjadi begitu kokoh. Bagaimana Candi ini bisa terbentuk demikian besar dengan banyak detil di sana sini. Mulai dari relief, stupa, archa Budha, dan banyak lagi yang lainnya. Untuk itu mari kita lihat lebih dekat mengenai material pembentuk candi kebanggan Indonesia ini.

 

 

Susunan Materi Bangunan

Candi Budha yang memiliki luas 15.129 m² ini tersusun dari bongkahan batu dan potongan-potongan batu yang dibentuk sedemikan rupa sesuai dengan kebutuhan. Tepatnya berasal dari 55.000m³ batu serta 2.000.000 potong bebatuan. Untuk ukuran batunya rata-rata 25cm x 10cm x 15cm. Ketika potongan bebatuan dibentangkan maka secara keseluruhan memiliki panjang 500Km.

Material Pembuat Candi Borobudur

Candi Borobudur

Relief-Relief yang berada disepanjang dinding candi jika dibentangkan tersusun dalam 1.460 jumlah panel dengan ukuran masing-masing panel sebesar 2m². Jika keseluruhan Relief yang berupa rangkaian kisah-kisah umat Budha ini disatukan maka panjangnya mencapai 3Km. Cukup panjang untuk dipahat sedemikan rupa indahnya.
Borobudur memiliki dua bentuk dasar, tingkatan 1 sampai 6 bentuk dasarnya membentuk persegi dengan ukuran panjang dan lebar yang sama sedangkan pada tingkat ke 7 hingga 10 berbentuk lingkaran. Hasilnya berdiri bangunan Candi Borobudur dengan ketinggian 42m. Bangunan ini juga dipercantik dengan Arca yang jumlahnya mencapai 504 buah yang tersebar pada bangunan candi di setiap tingkatannya.

Ciri Khas Bentuk Candi Borobudur

Keunikan yang dapat kita lihat dari Candi Borobudur ini yaitu pada bentuknya. Menjadikannya berbeda dengan candi yang lain yang terdapat di seluruh dunia. Bagaimana tidak, bentuk piramida bersusunnya yang khas benar-benar berbeda dengan Piramida Mesir yang juga merupakan tempat yang digunakan untuk ritual penyembahan. Jika dilihat dari kejauhan bentuknya memang nampak menyerupai punden berundak yang tiada lain adalah tata budaya kehidupan di zaman Neolithicum dan Megalithicum sebagai makam leluhur yang menjadi tempat pemujaan.

Baca juga : Ciri khas Candi Borobudur sebagai Candi Budha

Ciri khas ini ini diperkuat dengan ditemukanya bentuk bangunan serupa yang juga berada di Indonesia yaitu Candi Sukuh dan Punden Berundak yang ditemukan di Lebak Sibedug Leuwiliang di Bogor, Jawa Barat. Ini menjadi bukti bahwa arsitektur Candi Borobudur ini benar-benar hasil peradaban masyarakat Indonesia. Sebagai bentuk pengakuan dan kepercayaan bahwa Tuhan itu ada dengan cara menyembah yang berkembang dari masa ke masa.***

One Response

Add a Comment