Menjelajah Candi Pringapus

Menjelajah Candi Pringapus. Candi Pringapus adalah sebuah candi yang berada di daerah Temanggung yang diperkirakan dibangun pada tahun 850 Masehi. Lokasinya tepatnya di Desa Pringapus, Kecamatan Ngadirejo. Jika Anda memulai perjalanan dari Kota Temanggung maka Anda cukup melanjutkan perjalanan 22 Km ke arah Tenggara. Tidak hanya untuk menjelajah candi tapi juga wisata budaya dan pendidikan. Terutama tentang sejarah perkembangan agama Hindu di Indonesia dan kerajaan-kerajaannya.

Candi Pringapus.jpg
Candi Pringapus“. Penggunaan wajar via Wikipedia.

Jika dilihat dari bentuk bangunannya candi ini memiliki corak budaya Hindu Syiwa. Bentuknya bahkan menyerupai bentuk ‘Mahameru’. Mahameru adalah sebuah bangunan yang menjadi lambang tempat kediaman para Dewata. Hal ini dikuatkan dengan ditemukannya berbagai ornamen dan relief Hapsara-Hapsari yang menjadi simbol makhluk setengah dewa.

Bentuknya juga mempunyai kemiripan dengan candi yang berada di Dieng yang berada di Wonosobo dan Candi Gedong Songo yang berada di Bandungan, Semarang. Ketiganya memang berada di area yang berdekatan. Kedekatan lokasi ini membuat adanya kemiripan baik bentuk maupun karakteristiknya. Ini menandakan bahwa corak Budaya penduduk yang berada di dekat candi-candi tersebut memang memiliki kemiripan satu sama lain.

Arsitektur Candi Pringapus

Untuk melihat dan mengklasifikasikan Candi Pringapus cukup mudah. Hal ini tentunya karena ditemukannya batu-batu andesit yang sebagian besar masih utuh. Penemuan ini mempermudah para arkeolog dan sejarahwan untuk merekontruksi bangunan candi. Itulah sebabnya secara arsitektur bentuk Candi Pringapus masih terlihat lengkap. Kita dapat melihat bentuk candi secara utuh mulai dari bagian kaki, badan hingga atap candi.

Bagian kaki candi yang berbentuk batur dengan tangga yang berada tepat pada pintu masuk candi. Tubuh candi berbentuk ruang berbentuk kubus dilengkapi dengan selasar candi dan relief pada dinding candi. Candi Pringapus juga atap candi yang berbentuk datar seperti balok bertingkat dengan tingkat yang paling atas yang berukuran paling kecil. Ini menyerupai punden berundak sebagai ciri khas candi-candi yang berada di Indonesia. Ciri Khas Candi Hindu

Di setiap penjuru mata angin Candi Pringapus terdapat berbagai Arca yang dapat menjadi petunjuk bagi kita untuk mengetahui arah mata angin ini. Salah satunya yaitu letak pintu Utama yang menghadap ke arah Timur. Kedua pintu Candi Pringapus ini dijaga oleh Kala dan Nandi. Kedua arca yang melambangkan putra Dewa Siwa hasil perkawinannya dengan kedahsyatan kekuatan alam semesta.

Kala terlahir dalam bentuk raksasa yang kuat yang memiliki kekuatan dan kesaktian mandra guna hingga bisa mengalahkan para Dewa. Nandi berwujud binatang lembu yang berwarna putih yang menjadi kendaraan Dewa Siwa. Karena keidentikan Siwa dengan kendaraannya ini maka dalam satu perwujudan Dewa Siwa para pemuja Dewa Siwa menyebutnya sebagai Nandi Cwara.

Dari arsitektur candi secara keseluruhan kita dapat memastikan bahwa Candi Pringapus adalah candi yang bercorak Hindu bukan Budha. Dalam hal ini ajaran agama Hindu yang condong pada ajaran Hindu Siwa. Itulah sebabnya memiliki beberapa kemiripan secara bentuk bangunan maupun berbagai ornamen candi yang juga kental akan unsur Hindu Siwa-nya.

Ornamen Candi Pringapus

Selain Kala dan Nandi, ornamen candi lainnya yang tak kalah menarik di Candi peringapus ini adalah Arca Durga Mahesasuramardhini. Perwujudan Uma yang tiada lain adalah istri Dewa Siwa yang berwujud sebagai seorang Dewi yang cantik yang dilengkapi berbagai senjata. Senjata-senjata ini tiada lain adalah anugerah yang diberikan oleh para Dewa. Hal ini karena keberanian Uma untuk membantu Para Dewa. Dalam sebuah legenda, Uma dikisahkan berhasil menakluan raksasa sakti dengan wujud kerbau yang sering menjadi pengganggu para Dewa.

Seperti pada Candi Hindu Siwa lainnya, di Candi Pringapus Anda juga dapat menemukan Arca Yoni. Arca Yoni seringkali difungsikan sebagai alas arca siwa atau perwujudannya yang berbentuk arca lingga. Ketika kedua arca ini menyatu maka menjadi simbol kesuburan dan juga simbol penciptaan alam semesta. Bagi sebagian orang perpaduan arca ini sering dianggap sebagai patung berbentuk alat kelamin laki-laki dan perempuan yang dianggap cabul. Padahal sebetulnya ada makna yang tersembunyi di balik simbol tersebut.

Satu lagi arca yang tak kalah menarik perhatian di Candi Pringapus ini adalah Arca Kala yang berdagu seperti yang dapat kita temukan di candi-candi Hindu yang berada di Jawa Timur. Candi Pringapus juga masih memiliki relief yang masih utuh. Dari relief inilah kita dapat mencermati tentang sejarah serta berbagai kisah yang terdapat pada Candi ini. Terutama ajaran Hindu Siwa yang terlihat kental dari berbagai ornamen candi.

Candi Pringapus memang tidak sebesar dan semegah Candi Borobudur atau Candi Prambanan. Namun tetaplah memiliki keunikan dan kekhasan yang membuatnya juga menjadi salah satu candi yang layak dikunjungi. Tidak hanya sebagai salah satu situs bersejarah yang ada di Indonesia tapi juga sebagai tujuan wisata pendidikan dan budaya. Itulah sebabnya jika waktu libur tiba Candi Pringapus banyak dikunjungi para pelajar yang melakukan study tour. Para turis lokal maupun mancanegara juga tak luput dari pandangan. Entah untuk sekadar menikmati keindahan dan suasananya atau juga berkepetingan yang sama.***

 

 

 

2 Comments

Add a Comment