Menikmati Keindahan Alam dan Budaya di Candi Dieng

Candi Dieng adalah salah satu candi Hindu untuk memuja Dewa Siwa. Terdiri dari sekelompok candi yang berjejer dari arah Utara ke Selatan sepanjang 1900 m. Sementara lebarnya adalah 800 meter. Diperkirakan dibangun oleh para dinasti Sanjaya. Walaupun belum ada hasil penelitian yang pasti akan pembangunannya. Prasasti Berangka yang ditemukan di sekitar candi menjadi satu-satunya bukti pembangunan candi. Itulah sebabnya 808 yang terpahat pada prasaasti tersebut sebagai salah satu petunjuk bahwa candi ini dibangun sekitar abad ke 8-9 Masehi.

Lokasinya di ketinggian 2000 meter Diatas permukaan laut membuat suhu di kompleks Candi Dieng ini cukup dingin. Namun ini tak menghalangi para pemuja Dewa Siwa untuk tetap melakukan pemujaan dengan melakukan pertapaan di candi ini. Tidak hanya wisata sejarah dengan candi lengkap dengan museumnya yang dapat dinikmati tapi juga puluhan danau, telaga, serta kawah vulkanik yang masih aktif. Belum lagi jika Anda datang ada saat yang tepat, Anda juga bisa menyaksikan ritual upacara adat yang menarik penduduk setempat.

Menikmati Keindahan Alam dan Budaya di Candi Dieng

Sejarah Candi Dieng

Penemuan Candi Dieng diawali oleh ketidaksengajaan tentara Inggris yang berwisata di dataran tinggi Dieng pada tahun 1814. Saat itulah ia menemukan beberapa bagian puncak candi yang terendam kubangan air. Baru pada tahun 1856 dilakukan upaya pengeringan agar area tersebut dan sekitarnya dapat digali. Van Kinsbergen adalah orang yang dipercaya untuk memimpin penggalian ini.

Upayanya tidak sia-sia dengan ditemukannya beberapa bangunan candi yang memang tersebar di sekitar area tersebut. Akhinya proses penelitianpun dilanjutkan mulai dari pencatatan dan pengambilan gambar untuk kepentingan pemugaran candi pada tahun 1864. Hasil temuan selain mengenai pembangunan candi yaitu analisis para sejarahwan yang memperkirakaan mengenai 2 tahapan pembangunan candi yaitu abad ke 7 hingga awal abad ke-8 dan berikutnya pada pertengahan abad ke-8. Selain itu belum ditemukan sejarah lengkap mengenai pembangunan Candi Dieng ini selain peruntukanya sebagai candi untuk bertapa.

Kelompok Candi Arjuna

Pada komplek Candi Arjuna terdapat 5 buah bangunan candi yaitu Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Sembadra, dan Candi Puntadewa. Posisi Candi Arjuan dan Semar berhadap-hadapan sementara yang lainya tidak. Setiap candi memiliki bentuk yang berbeda satu sama lain namun semuanya memiliki ruang kosong yang biasanya dipergunakan untuk bertapa atau untuk menyimpan Arca Dewa. Walaupun bentuknya berbeda-beda namun kita dapat melihat identitas ke-5 candi ini yang tampak seperti sebuah Pura bagi umat Hindu.

Kelompok Candi Gatotkaca

Komplek Candi Gatotkaca di Candi Dieng juga memiliki 5 gugusan candi yaitu Candi Gatotkaca, Candi Gareng dan Petruk, Candi Nakula, Candi Sadewa, dan Candi Setyaki. Sayangnya pada komplek candi Gatotkaca ini kebanyakan bangunannya telah roboh dan hilang. Sehingga yang nampak baik dan masih berbentuk candi hanyalah Candi Gatotkaca saja.

Sebuah candi yang tegak berdiri belandaskan sebuah batu berbentuk persegi dengan tinggi 1 meter. Bentuknya menyerupai punden berundak dengan beberapa relung di bagian luar dindingnya. Candi ini menghadap ke arah Barat yang ditandai oleh adanya sebuah pintu masuk dan tangga kecil untuk menuju ke bagian dalam candi. Semuanya masih tampak baik kecuali bagian atapnya yang sudah terlihat tak sempurna.

Kelompok Candi Dwarawati

Pada kelompok candi ini hanya beranggotakan 4 gugus candi saja. Candi tersebut yaitu Candi Dwarawati, Candi Pandu, Cand Abiyasa da Candi Margasari. Tak jauh berbeda dengan Candi Gatotkaca yang hampir seluruh bangunannya sudah rusak, pada kelompok candi ini juga hanya tersisa Candi Dwarawati yang masih nampak tegak dan utuh.

Bentuk dasar salah satu Candi Dieng ini adalah persegi dengan alas batuan dengan tinggi 50cm. Candi ini menghadap ke arah Barat dengan pintu masuk dan beberapa anak tangga sederhana menuju candi. Tak jauh dari candi yang atapnya juga sudah rusak ini terdapat batu menyerupai bentuk Lingga dan Yoni. Pada dinding candi terdapat relung yang seharusnya diisi Arca namun terlihat kosong. Begitupun bagian dalam candi hanya membentuk ruang kosong untuk bertapa.

Candi Bima

Candi bima adalah satu-satunya candi yang tidak meengelompok di Candi Dieng ini. Lokasinya yang jauh dari candi lainnya membuatnya lebih terpencil dari candi lainnya. Candi dengan bentuk dan ukuran yang berbeda dengan yang lainnya. Walaupun bentuk dasarnya sama dengan candi yang lainnya di Candi Dieng ini, Candi Bima memiliki bagian sisi dengan tampilan yang menjorok ke bagian luar. Hingga secara keseuluhan bentuknya menyerupai persegi delapan. Salah satunya yaitu di bagian depan candi yang menjorok hingga 1,5 meter. Bagian ini difungsikan sebagai pintu masuk ke bagian dalam candi.

Pada ketiga sisi lainnya terdapat celah yang diperuntukan untuk penyimpanan arca yang memang sudah tidak terlihat penampakannya. Atapnya juga terlihat cukup unik karena memiliki 5 tingkatan yang semakin meruncing pada bagian paling atas. Lengkap dengan pelipit padma ganda dan relung berbentuk setengah badan manusia yang seolah sedang melihat ke arah bawah pada setiap tingkatan tersebut atau dikenal dengan istilah ‘Kudu’.

Lengkaplah sudah jelajah Candi di Candi Dieng ini. Penjelajahan yang bukan sekadar jelajah candi melainkan menikmati keindahan panorama alam Dieng lengkap dengan kebudayaannya. Jangan lupa siapkan bekal dan fisik yang cukup jika Anda berniat untuk melakukan perjalanan wisata ke Candi Dieng ini.***

One Response

Add a Comment