Mengakrabi Candi Borobudur

Candi Borobudur adalah salah satu Candi Budha yang berada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Tepatnya di desa Boro Budur yang dinamai berdasarkan nama candi ini. Sedangkan nama Borobur sendiri berasal dar bahasa Sansakerta “Bara” yang berarti Biara atau kompleks candi dan “Beduhur” yang berarti di atas.

Mengakrabi Candi Borobudur

Sejarah Penemuan

Awalnya candi ini hanya berupa hutan belukar. Sementara namanya baru disebut-sebut dan mulai diketahui dari naskah-naskah kuno mulai dari Naskah Negarakertagama karya Mpu Prapanca di tahun 1365 dan Babad Tanah Jawi di sekitar abad ke-17. Barulah di tahun 1841, seorang pengagum seni sejarah yang bernama Cornelius diutus oleh Thomas Stamford Raffles yang mendapatkan kabar adanya tumpukan batu berukuir di sebuah bukit yang kini sudah dipugar menjadi sebuah candi nan megah yaitu Candi Borobudur.

Struktur Bangunan Candi Borobudur

Bentuk candi Borobudur berbentuk dasar persegi dengan panjang 123 meter. Tinggi aslinya 42 meter dengan 504 Stupa dan 1460 relief yang mengelilingi dinding-dinding candi. Bentuk candi secara keseluruhan seperti punden berundak yang memiliki 10 tingkatan sebagai berikut:
• Kamadhatu, melambangkan manusia yang masih memikirkan kehidupan dunia beserta nafsu-nafsu yang menguasainya. Letaknya di tungkatan paling bwah bangunan candi.
• Rupadhatu, 4 tingkat selanjutnya yang melambangkan manusia yang sudah berhasil memebaskan diri dari nafsu namun masih terikat pada wujud yaitu bentuk dan rupa. Ini disimbolkan dengan patung Budha yang terbuka.
• Arupadhatu, berada sebanyak 3 tingkat mulai dari bagian paling atas Rupadhatu. Patung Budha pada tingkatan ini sudah berada di dalam stupa berlubang sebagai lambang manusia yang telah membebeskan dirinya dari nafsu, bentuk dan rupa.
• Arupa, tingkat teratas pencapaian kesempurnaan umat Budha yang melambangka nirwana yang tiada lain adalah tempat Budha bersemayam.

Ornamen Candi, Mengenal Berbagai Ornamen Candi yang Unik

Relief Candi

Relief candi berisi rangkaian cerita yang bisa dibaca secara runut. Mulai dari relief di sebelah paling kiri dari pintu candi searah jarum jam. Mulai dari kisah-kisah dalam kitab umat Budha seperti Ramayana, Jataka atau bahkan yang menggambarkan bagaimana kondisi masyarakat saat dibuatnya Relief tersebut. Mulai dari bercocok tanam hingga pelayaran.
Sebaiknya langsung melihatnya sambil menikmati hangatnya terik matahari dan segarnya udara pegunungan. Disuguhi kemegahan candi dan cerita pada relief candi Borobudur tentu menjadi pengalaman tak terlupakan.***

Add a Comment