Meneguhkan Jodoh di Candi Gunung Wukir

 

Berwisata di Area Magelang-Yogyakarta tidak lengkap tanpa melakukan jelajah candi. Bosan dengan yang biasa maka mari kita jelajah Candi Gunung Wukir yang tak biasa ini. Alasannya tentu karena mengunjunginya bukan sekadar menjelajah Candi tapi juga berolahraga mendaki. Untuk sampai di sini Anda harus berjalan kaki mendaki gunung hingga sampai di ketinggian 300m di atas permukaan laut. Barulah Anda dapat melihat Candi ini.

Candi Gunung Wukir

Lokasi Candi Gunung Wukir

Candi Gunung Wukir yang dikenal pula dengan beberapa sebutan: Candi Canggal, Shiwalingga atau Kunjarajunja. Candi ini berada di atas bukit Gunung Wukir. Nama Dusunnya yaitu Canggal yang termasuk Desa kadiluwih, Kecamatan Salam, Magelang. Dari Kota Muntilan keberadaannya ke arah timur laut di lereng barat Gunung Merapi. Untuk mencapai lokasi ini kendaraan pribadi terntu menjadi kendaraan pilihan yang termudah untuk mengaksesnya. Jika Anda berangkat dari Yogyakarta maka dalam waktu 30 menit saja Anda dapat sampai di kaki Bukit Wukir ini.

Selanjutnya barulah berjalan kaki hingga sampai di lokasi candi. Cari Desa Kadiluwih, jika sudah sampai maka barulah petualangan menjelajah candi dimulai. Siapkan perbekalan yang cukup, terutama minuman dan obat Anti nyamuk karena di sepanjang perjalanan akan sangat mungkin Anda akan terkena gigitan nyamuk atau serangga lainnya.

Reruntuhan Candi Gunung Wukir

Jangan terkejut jika yang Anda lihat bukanlah candi utuh seperti bayangan Anda karena begitulah kenyataannya. Rekonstruksi Candi baru sampai tahap yang sekarang dapat kita lihat. Bahan dalam keadaan seperti ini saja masih rawan pencurian ornamen candi. Mulai dari relief-reliefnya hingga batuan Andesit sebagai bagian dari reruntuhan Candi. Untunglah beberapa bagian penting seperti prasasti Canggal sudah diselamatkan dan disimpan di Museum Nasional sebagai bagian dari benda kepurbakalaan.

Berdasarkan kumpulan batu yang ditemukan maka bisa diperkirakan bahwa komplek Candi Gunung Wukir ini memiliki luas 50x50m². Di sini Anda masih dapat menemukan Yoni dan Arca Nandi yang merupakan kendaraan Dewa Siwa. Sehingga dapat dipastikan candi ini adalah salah satu candi peninggalan umat Hindu. Beberapa relief di bebatuan yang tersisa masih dapat Anda temukan juga. Ada yang terlihat goresannya saja tapi ada juga yang masih berbentuk seperti bunga, daun, dll.

Sejarah Candi Gunung Wukir

Dari prasasti Canggal yng ditemukan di lokasi ini yang menceritakan tentang Raja Sanjaya yang gagah berani. Ia berhasil menaklukan musuh-musuhnya hingga suatu waktu karena keberhasilannya ia membangun sebuah lingga yang berada di puncak bukit Gunung Wukir ini. Dari sana juga para sejarahwan menyimpulkan bahwa Candi ini bisa jadi merupakan candi tertua peninggalan Kerajaan Mataram yaitu pada tahun 732 Masehi. Terlihat dalam tulisan berhuruf palawa dengan bahasa Sansakerta dengan menyertakan tahun tersebut.

Keistimewaan Candi Gunung Wukir

Bagian yang istimewa dari Candi Gunung Wukir ini, selain dari pasaasti yang ditemukan juga karena pemandangan alamnya yang indah. Layaknya sebuah bukit yang masih asri. Kiri dan kanan pepohonan. Termasuk pohon bambu yang terdapat di sana sini menambah suasana menjadi lebih rimbun. Namun tetap saja terik matahari bisa menjadi pematah semangat Anda untuk sampai di sini.

Itulah sebabnya sebaiknya berkunjunglah di pagi atau sore hari. Selain matahari lebih bersahabat reruntuhan candi akan terlihat dramatis pada waktu itu. Sehingga untuk memotret tentu menjadi waktu yang paling pas untuk mengabadikan gambar pada waktu-waktu tersebut. Mengabadikan reruntuhan Candi Gunung Wukir yang masih tersisa puing-puingnya saja. Salah satu bukti sejarah peradaban bangsa ini.

Mitos Candi Gunung Wukir

Jika Anda berkunjung ke sini jangan kaget juga jika Anda akan menemukan berpasang-pasang muda mudi yang bersama-sama mendaki bukit untuk sampai di sini. Hal ini bisa jadi karena sebuah mitos yang berkembang bahwa jika ada sepasang kekasih yang mengunjungi candi ini maka cinta mereka akan abadi. Mereka akan menjadi pasangan hidup selamanya atau berjodoh.

Itulah sebabnya tidak sedikit mereka yang sengaja mengukuhkan cinta mereka dengan mengunjungi Candi Gunung Wukir ini. Masalah percaya atau tidak semuanya tergantung pada masing-masing individu tentunya. Sama seperti candi lain yang berornamen Lingga dan Yoni yang juga sering dikait-kaitkan dengan masalah ini. Asmara, percintaan, kesuburan, dan jodoh. Benar atau tidak Anda bisa coba membuktikanya sendiri.

Karena bisa jadi akhirnya menjadi sebuah sugesti yang tertanam di alam bawah sadar dan semuanya bisa terwujud sesuai dengan bayangan atau harapan kita. Begitupun dengan orang yang kita harapkan untuk bisa menjadi pasangan hidup kita nantinya. Walaupun semua berjalan tentu dengan ikhtiar untuk melakukan yang terbaik demi keutuhan Anda dan pasangan.

Itulah sekelumit cerita dalam jelajah candi kali ini. Semoga bisa membuka mata Anda bahwa ada keindahan tersembunyi di balik riuhya pepohonan di Gunung Wukir ini. Salah satu peninggalan sejarah dari nenek moyang kita. Menunjukan betapa luar biasanya mereka pada zaman itu hingga membuat Candi Gunung Wukir sedemikian rupa. Dengan sentuhan seni di sana sini yang bernilai tinggi meski hanya dapat kita lihat dari reruntuhannya saja.***

Add a Comment