Memecah Teka Teki Dimana Letak Benua Atlantis yang Hilang

Dimana Letak Benua Atlantis yang Hilang Untuk memecahkan teka teki dimana letak Benua Atlantis yang hilang para ahli tentu tidak sembarang mengambil kesimpulan. Berbagai literatur dan analisis tentu mereka lakukan hingga akhirnya mereka dapat mengambil sebuah kesimpulan. Hasil akhir untuk menjawab teka teki yang lama tak terpecahkan. Itulah sebabnya wajar apabila beberapa diantara mereka menyebut diri mereka dengan atlantolog. Sebuah sebutan sebagai peneliti yang tertarik untuk melakukan penelitian mengenai keberadaan Benua Atlantis ini.

Benua Atlantis ini pertama kali dicetuskan oleh Plato dalam bukunya yang tiada lain adalah buku catatan tentang petualangan dan berbagai penemuan yang ia dapatkan semasa hidupnya. Catatannya ini yang pertama kali menyebutkan Atlantis dan hilangnya Atlantis sebagai sesuatu yang luar biasa dahsyatnya. bagaimana tidak, sebuah dataran luas tenggelam dalam satu malam saja. Menjadi sebuah kejadian yang pastinya membuat tanda tanya besar pada para peneliti. Khususnya para geolog atau fisikawan seperti Arisio Nunes dos Santos.

Ia habiskan waktu yang cukup panjang yaitu selama 30 tahun untuk berusaha memecah teka teki dimana letak Benua Atlantis yang hilang itu. Tentunya dengan menggunakan keahliannya sebagai seorang ahli Fisika Nuklir dan juga Geologi. Kedua keahliannya ini ia jadikan dasar untuk mengkaji lebih lanjut mengenai keberadaan Benua Atlantis yang musnah dalam semalam saja. Sebuah peradaban besar yang hilang sirna oleh musibah yang amat besar yang pernah dialami bumi ini.

Catatan Plato sebagai Sumber
Satu-satunya sumber yang merupakan referensi mengenai Atlantis ini adalah tulisan Plato dalam Plato - Benua Atlantis yang hilangbuku catatannya yang dibuat pada 427 hingga 347 Sebelum Masehi. Karyanya berjudul ‘Timaeus’ dan ‘Critias’. Dalam kedua karyanya ini ia menyinggung dan membahas mengenai Atlantis. Menurutnya Atlantis adalah sebuah pulau yang sangat besar. Dari pulau itu kita dapat mengunjungi pulau-pulau lainnya yang dikelilingi oleh samudera dan daratan yang terhampar luas yang ia namakan Atlantis.

Dikisahkan bahwa kerajaan Atlantis yang akan melakukan penyerangan ke Athena tiba-tiba hilang dalam sekejap akibat bencana besar yang terjadi. Dimulai dengan Tsunami, letusan gunung-gunung berapi, hingga terjadi gempa bumi yang sangat hebat yang meneggelamkan seluruh wilayah Atlantis. Hal ini terjadi hanya dalam semalam saja. Dari sinilah dimulai kisah Atlantis yang hilang. Menjadi teka-teki besar bagi kita semua bahkan para ilmuwan yang juga penasaran dan ingin tahu kebenaran mengenai apa yang dikisahkan oleh Plato ini.

Kesalahan Plato
Ada dua kesalahan yang telah dilakukan Plato dalam pendapatnya. Pendapat yang pertama yaitu mengenai bentuk bumi yang menurutnya datar. Pernyataan ini tentu ditentang oleh banyak ilmuwan lain. Sebut saja Copernicus, Galilei Galileo, Stepen Hawking, dan Enstein. Alasannya karena bumi ini tidak terhampar seperti apa yang digambarkan Plato. Bumi Bukan daratan yang dikeliling satu samudera yang juga mendatar. Pada kenyataannya bumi itu berbentuk bulat dengan adanya daratan dan juga samudera.

Pendapat pertamanya ini menggiring pemikirannya pada pendapat keduanya yaitu bahwa Atlantis yang tenggelam itu berada di samudera atlantik. Arisio Nunes dos Santos dalam penelitiannya tentang Atlantis menentang telak pendapat Plato. Selama 30 tahun penelitiannya sebagai peneliti Atlantis, geolog, dan fisikawan nuklir berusahan untuk memecah teka teki dimana letak Benua Atlantis yang hilang itu. Hasil penelitian panjangnya ini ia publikasikan dalam bukunya ‘The Lost Continent Finally Found, The Definitive Localization of Plato’s Lost Civilization’ pada tahun 2005.

Penemuan Santos
Dalam bukunya Santos memaparkan 33 kategori yang ia jadikan sebagai objek penelitian dan analisisnya untuk kesimpulan akhir dari penelitiannya tentang dimana letak Benua Atlantis yang hilang ini. Temuannya ini ternyata cukup mencengangkan terutama untuk kita yang hidup di Indonesia. Sebuah wilayah kesatuan yang merupakan salah satu negara maritim di dunia. Terdiri dari beberapa pulau yang tersebar dari Barat hingga Timur dan dari Utara ke Selatan yang merupakan wilayah Kesatuan Republik Indonesia.

Hal ini dapat kita lihat dalam Deklarasi Juanda yang ternyata juga merujuk pada pendapat Santos akan hasil temuannya. Semua kategori yang ia jadikan objek untuk memecah teka teki yang sedang ia cari membuatnya berkesimpulan bahwa Indonesia adalah Benua Atlantis yang hilang selama ini. Bagaimaa miripnya Indonesia dengan Benua Atlantis yang hilang dalam semalam itu. Benua yang hilang akibat gempa dahsyat akibat meletusnya gunung-gunung berapi dan juga tsunami.

Hasilnya Indonesia yang kita lihat sekarang ini. Indonesia yang terpecah menjadi beberapa pulau yang dipisahkan oleh Selat dan berada dalam lingkup dua samudera yang menyatu. Satu-satunya wilayah di dunia yang memiliki rangkaian gunung berapi yang khas dan terbentang membentuk jalur sama persis dengan yang dimiliki Benua Atlantis yang hilang itu. Begitupun gejala-gejala alam yang pernah atau bahkan yang baru terjadi menguatkan pendapat Santos akan kebenaran akan dimana letak Benua Atlantis yang hilang itu, yaitu Indonesia. Baca juga : Benarkah Atlantis yang Hilang Ternyata Indonesia?

 

2 Comments

Add a Comment