Kisah Cinta Perempuan Pencinta Kopi

Pernahkah Anda membaca kisah cinta perempuan penggemar kopi? Kisah ini berawal dari kisah cinta SMA. Cinta yang tak terungkapkan yang berujung pada kisah cinta yang tak sampai dari perempuan pencinta kopi ini. Waktu berlalu hingga akhirnya masa-masa SMA pun berlalu Namun obsesinya pada lelaki idamannya pada masa SMA terus menerus mencengkramnya. Perempuan pencinta kopi ini gagal move on hingga 10 tahun lamanya. [Menulis Pahitnya Hidup Seperti Rasa Kopi]

Hingga ia tumbuh menjadi wanita dewasa yang masih juga menjadi pencinta kopi. Setelah terus menerus hidup dalam bayangan lelaki idamannya di masa sekolah itu, akhirnya ia tersadar bahwa semuanya hanya kesia-siaan. Ia memutuskan berhenti bekerja di perusahaan tempat lelaki idamannya itu bekerja dan membuka usaha sendiri. Hingga akhirnya ia bertemu seorang reporter yang tidak hanya pintar tapi juga keren, ganteng dan baik hati. Mereka berdua saling jatuh cinta dan berhubungan sebagai sepasang kekasih.

Waktu terus berlalu dan semakin hari mereka semakin dekat. Menyadari satu sama lain bahwa keduanya saling membutuhkan dan tidak mungkin dipisahkan lagi. Hingga akhirnya sang pria keren itu melamar dirinya untuk menjadi istrinya. Rasanya hanya wanita bodoh saja yang akan menolak lamaran itu. Calon suami yang pintar, keren, setia, baik hati, penyayang, mapan dan mencintai setulus hati.

Kisah perempuan pencinta kopi

Perempuan pencinta kopipun berpikiran sama hingga diapun menerima lamarannya. Kini mereka menjadi tunangan. Keluarga kedua belah pihak juga sudah saling mengenal satu sama lain. Kebetulan keduanya menjadi pacar favorit dari masing-masing keluarga hingga hubungan mereka nyaris tanpa masalah. Apakah kisah cinta perempuan pencinta kopi berakhir? Jika Secangkir Kopi Menulis Puisi

Tidak, akhirnya masalah itu datang tepat beberapa bulan menjelang pernikahan. Lelaki pujaan si perempuan pencinta kopi tiba-tiba datang kembali dalam kehidupannya. Membuat cinta lama bersemi kembali diantara mereka. Parahnya lagi lelaki idamannya semasa SMA ini memang sengaja datang kembali ke dalam kehidupan wanita ini khusus untuk mencarinya.

Cinta yang ia tancapkan, pupuk dan biarkan untuk diambil kembali ketika sudah merasa siap. Siap membahagiakan perempuan pencinta kopi yang memang sebetulnya ia cintai semasa SMA. Walau tanpa pernyatan atau sebuah deklarasi yang membuat perempuan pencinta kopi tahu bahwa lelaki idamannya ternyata juga menyukainya sejak SMA dulu. Arti Secangkir Kopi dari Sahabat

Namun Wanita pencinta kopi ini menyadari bahwa kini semuanya tidak mudah lagi. Dia sudah akan menikah dengan lelaki yang memilihnya. Lelaki baik yang bereputasi baik dan berasal dari keluaga baik-baik. Keluarga mereka juga sudah dekat dan mereka berdua sudah diterima di keluarga yang lainnya. Ini tentu saja membuat bingung. Harus menentukan sikap dan memilih diantara keduanya.

Di satu sisi cinta pertamanya datang memang mencarinya untuk menjadikannya istri sementara ia sudah akan menikah dalam waktu yang tidak lama lagi. Kisah cinta menjadi semakin rumit. Taktala si perempuan menyadari bahwa betapa besarnya cintanya kepada cinta pertamanya. Laki-laki yang kini telah matang dan tetap sesempurna yang dulu baginya.

Tapi dalam hatinya ia menyadari sepenuhnya bahwa tunangannya adalah lelaki terbaik yang pernah ia miliki. Karena ketika mengetahui obsesi perempuan pencinta kopi ini pada cinta pertamanya dulu,  membuatnya memilih mundur untuk memutuskan pertunangan itu. Rasa sakit karena diputuskan oleh tunangannya tetap dirasakan perempuan pecinta kopi ini namun apa oleh buat. Nasi sudah menjadi bubur.

Saatnya ia kembali pada kenyataan yang seharusnya manis untuknya karena akhirnya ia bisa menikah dengan cinta pertamanya. Pria yang ia jadikan obsesinya selama hampir 10 tahun. Pria yang selama itu pula entah kemana karena tidak pernah hadir dan memberikan signal bahwa pria ini mencintainya. Bahkan seringkali mengacuhkannya. Membuat perempuan pencinta kopi ini akhirnya ciut dan memilih mundur untuk kembali pada kenyataan.

Kenyataan bahwa wanita seusianya memang sudah seharusnya mencari laki-laki yang akan menjadi suaminya. Mencari pasangan yang akan menemaninya hingga menua. Ia berhasil move on dan berhubungan serius dengan lelaki yang sempat menjadi tunangannya itu. Kembalinya cinta pertamanya secara tiba-tiba dalam hidupnya mengacaukan kembali keyakinan yang telah mantap itu.

Akhirnya ia dicampakan oleh tunangannya yang ia sadari sebagai lelaki terbaik yang pernah ia miliki. Di saat ia bisa mewujudkan obsesinya dalam hati kecilnya ia masih menyimpan sesal mengapa harus kehilangan laki-laki terbaik yang memang pernah benar-benar hadir dalam kehidupannya. Sementara dengan obsesinya, ya…begitulah.

Kadang kisah cinta datang dengan penuh kejutan. Seperti kisah cinta perempuan pencinta kopi ini. Tidak pernah tahu ke mana cinta akhirnya berlabuh. Tidak pernah tahu juga bahwa cinta itu tidak selalu harus mencintai tapi merelakan diri untuk hidup dengan seseorang yang mencintai kita sepenuh hatinya. Hingga akhirnya cinta itu datang untuk dipelihara dalam sebuah ikatan cinta yang kekal yaitu dalam pernikahan.

Kehidupan nyata yang bukan lagi obsesi yang harus dijalani. Dalam manis dan pahitnya. Seperti berbagai varian kopi yang menghadirkan kekentalan dan citarasa yang berbeda-beda. Adakah yang masih ingat kisah cinta ini? Kisah cinta menuai kontroversi tapi juga membuat bukunya terus dicetak karena masuk ke dalam jajaran buku best seller. Tentang kisah cinta perempuan pencinta kopi.

One Response

Add a Comment