Keracunan Layar Komputer, Membuat Mual

Rabu malam lalu, aku menderita mual hebat dan pusing teramat sangat. Badanku lemas seperti orang yang telah salah makan alias keracunan. Tenggorokan kering dan mata terasa berat, menatap layar komputer menunggu proses saving yang tidak kunjung selesai. Hang.., komputerku hang dan badankupun mulai tidak mau kompromi. Dengan berat hati, aku merasa wajib untuk shut down, membiarkan hasil kerja keras beberapa jam tadi tidak tersimpan. Desain yang aku buat entah ter-update atau tidak, aku harus segera menyingkir dari paparan sinar layar MacBook ini.

Keracunan Layar KomputerLayar komputer bisa bikin keracunan? 
Benarkah?

Keracunan layar monitorCeritanya begini, sudah dua minggu ini  aku kembali bekerja dari rumah. Aku memutuskan untuk bekerja di rumah sementara waktu, dan menyerahkan urusan perusahaanku di Jakarta kepada wakilku di sana. Setelah sarapan dan anak-anak berangkat sekolah, jam 7 pagi, aku langsung menyalakan PC, numpang di meja anakku.
Banyak hal yang masih harus diselesaikan juga dipelajari. Keasikan bekerja kadang membuatku lupa jam makan. Terlambat makan siang dan hanya istirahat sebentar, sholat dan mengecek pekerjaan si mbak pembantu di belakang rumah, lalu lanjut lagi sampai jam 5 sore anak-anak pulang sekolah.
Sehabis maghrib aku meneruskan bekerja di meja kerjaku sendiri di ruang atas. Menghidupkan MacBook dan.. lanjuutt… terkadang sampai lewat tengah malam.
Kalau dipukul rata mungkin ada 12 jam sehari kuhabiskan depan layar komputer. Bukan melulu tentang pekerjaan, tetapi juga asik mengutak-utik blog, kegiatan yang beberapa bulan ini mulai kutekuni kembali.
Dulu punya dua blog di WP tak terurus karena kesibukan pekerjaan. Sekarang seperti sudah menjadi kebutuhan untukku yang hobi nulis, memiliki sebuah blog pribadi ataupun website.
Untuk urusan bisnis, gampang aku serahkan kepada web designer temanku ahlinya, dibuatkan, bayar, selesai.  Bukan ambisi sampai jago bahasa pemrograman instan sekejap. Tapi, menurutku sebaiknya kita juga mengerti, paling tidak hal umum  untuk bisa mengoperasikan sendiri, atau troubleshooting.  Sekedar merubah sedikit tampilan, juga postingan. Apalagi saat ini sudah banyak software, widget/gadget, plug in yang begitu memudahkan.
Keracunan Makanan
Aku harus belajar banyak, karena sudah selayaknya seperti memiliki rumah baru, kita harus mengerti dan mengenali apa isi dan bentuk rumah kita. Belajar mengenai blog dan website dengan Learning by Doing. Aku mengganti template blog sampai tiga kali. Berjam-jam kemudian dipenuhi dengan urusan domain, cPanel, html, alexa rank and so on..
Keracunan Layar KomputerAku memang menyukai desain, entah itu interior ruangan atau desain apapun. Sehingga sungguh asik mengatur tata letak blog dan belajar membuat desain website. Alhasil.. ternyata secara tidak sadar, sudah terpapar sinar dari layar komputer berjam-jam. Dan efeknya membuat seperti keracunan. Memasuki minggu ketiga, Rabu malam itu, aku kena sindrom layar komputer, ambruk, drop and down. Aku jadi teringat artikel lama yang mengatakan bahaya sinar salah satu film kartun Jepang di televisi, untuk jangka panjang bisa menyebabkan penyakit ayan, oh no… (kata artikel yaa.. ga tanggung jawab benar apa nggak nya haha..)
Kamis pagi, aku hanya sekilas menatap komputer tanpa berani menyentuhnya. Karena mendekatinya saja membuatku mual. Seperti berpuasa, sehari penuh. Seharian aku istirahat, bedrest. Berusaha tidak memikirkan, tetapi sulit untuk tidak terpikir akan pekerjaan yang belum selesai. Karena menyangkut realisasi planning minggu depan. Sudah lama pula aku tidak apdet fesbuk dll. Hanya sesekali melihat fesbuk dan apdet twitter dari handphone.
Hari Jum’at, aku membuka komputer tidak sampai satu jam. Melakukan hal yang betul-betul penting saja. Butuh waktu beberapa saat lagi untuk bercengkerama dengan komputer seperti biasa. Sampai saat ini, sabtu pagi hari. Aku buka lagi MacBook, lalu mencoba menuliskan ceritaku di blog ini, sambil berharap semua kembali normal.

26 Comments

Add a Comment