Gempita Capres: (part1) antara Jokowi dan Bang Rhoma

Gempita Capres antara Jokowi dan Bang Rhoma

Business016

Penuh TL-TL Socmed dengan berita “Jokowi Siap Nyapres” pro kontra, komentar ini itu, bully membully. Sampai rada mual aku dibuatnya, padahal emang tadi siang telat makan haha..

Yowis, saya ikutanlah ngebahas. Padahal selama ini paling anti omong politik dimuka umum. Tapi kali ini emang rame bener ya, sayang juga dilewatkan untuk urun suara, walau hanya di blog pribadi.

Ayolah kita bahas bang Rhoma. Lho kok.. bang Rhoma? bukan Jokowi? Yeaahh.. saya bahas artis dangdut satu ini dulu deh. Sudah berapa minggu ini geregetan banyak yang ngebully dia habis-habisan. Kenapa juga ya banyak yang sok pintar dan sok intelek lalu meng-underestimate. Padahal setiap individu WNI kan punya hak yang sama untuk bisa jadi Calon Presiden, asalkan memenuhi persyaratan.

Apakah pejabat-pejabat yang selama ini korupsi, merusak negara, mendzalimi rakyat itu bukan orang intelek bergelar kesarjanaan?. Gelar Profesor juga di kecam sana-sini, apakah pada nggak ngeh ya,  bahwa para konglomerat dan pejabat juga banyak yang tiba-tiba dapat anugerah penghargaan profesor ini dari situ sini. Bahkan beli ijazah sarjana juga adalah hal yang biasa. SH, SE, dan S S S lainnya.

Bang Rhoma sudah jelas-jelas punya banyak penggemar. Mungkin banyak masyarakat pendukungnya yang nggak bisa berkoar-koar di media karena mereka kurang melek teknologi sehingga nggak terlalu kelihatan. Tapi jangan salah.. “Begadang-jangan begadang” masih dinyanyiin sampe sekarang setelah sekian puluh tahun. Juga anjurannya untuk tidak berjudi. Paling tidak diingat banyaaaak orang, bahkan hampir semua rakyat indonesia #lebay haha.. Yang pasti, penggemar setianya juga banyak. Walau katanya bukan dari kaum “intelek/cendekiawan” tapi mereka manusia yang punya kelebihan dan kesabaran, rakyat Indonesia juga.

Kalimat ucapan apa yang diingat rakyat Indonesia dari Presidennya? Yang paling populer dan diingat oleh rakyat “yangmana.. daripada.. lanjutken” – “Gitu aja kok repot” – “Saya Prihatin” – “Berikan kepadaku 10 orangPemuda, maka akan aku goncangkan Dunia!”. Untuk Presiden-presiden selebihnya? rasa-rasanya nggak ada ucapan yang teringat atau terkenang. Apa yang masyarakat ingat dengan ucapan Jokowi? adakah yang me-Nasional? mungkin belum ada dan belum sampai saja ya, karena kiprahnya baru di tataran gubernur, bisa dimaklumi. Gimana Bang Rhoma? belum jadi presiden, “begadang jangan begadang, kalau tiada artinya..” sudah diingat belasan tahun dari sumatera sampai Papua.

Uwakku, seorang pegawai KUA di pedalaman sumatera sana, kalau anda sebut nama-nama calon Presiden juga nggak akan tahu. Paling bingung doang, siapa mereka itu, namanya belom pernah denger,  kecuali Bang rhoma Irama. Pasti tahu. Coba deh, kalo mau repot dikit main tebak gambar ke pelosok-pelosok negeri endonesa tercintah ini.. gambar siapa kira-kira yang menang, paling banyak dikenali. So.. setidaknya bang Rhoma bisa menjadi seorang yang dipercaya dan diyakini keberadaannya, dituruti oleh rakyat di level itu, dan jangan salah ya jumlahnya banyaakk.. melebihi jumlah kaum “intelek”. Mereka juga berhak punya “NASIB” baik di negara ini. Kekuatan massa pendukung dari para penggemarnya patut diperhitungkan.

Nah.. kalo Jokowi jadi Presiden, gimana ya cara beliau bernegosiasi dengan negara-negara tetangga? *thinking. Jangan-jangan setiap pertemuan kenegaraan, orang asing bingung yang mana presidennya karena citra kesederhanaannya itu. Coba kalo terjadi perselisihan dengan negara lain, bang Rhoma kan tinggal keluarin jurus “Satria Bergitar” nyanyi.. dijamin nggak pake adu jotos. Malah bisa jadi berdangdut  bersama. Terhindar dari perang. Nggak perlu titel besar dan Jago berdiplomasi lewat kata-kata yang terdengar “intelek”, Gitar juga bisa bicara banyak. Hihi…

Lalu.. kenapa pada sotoy (baca: nyinyir), sadar nggak sadar mengejek bang Rhoma seolah-olah, kita jauh lebih smart bermartabat dari beliau? Siapa yang sebenarnya punya pikiran kerdil disini. Masalah isteri banyak? bukankah Bung Karno juga punya isteri banyak.
Kalau hanya dua kandidat Presiden, Jokowi dan Rhoma, saya akan pilih bang Rhoma Irama. Kenapa? Akan saya kasih clue di tulisan selanjutnya. Tapi karena  masih banyak kandidat lain.. yuk maree dipertimbangkan yang lain juga.
Lagian siapa pilihan saya sebenarnya harusnyakan rahasia dong! Haha..
Yuk..mareee..
(bersambung)

http://lisagopar.com/2014/03/gempita-capres-nyapres-part2.html

 

 

3 Comments

Add a Comment