Gempita capres : nyapres (part2)

Business016

Pemilu makin dekat, makin marak perbincangan di Media. Sebut saja di jagad Fesbuk, sarang burung raksasa twitter, televisi, blog, media cetak sampe media pohon dan tiang listrik, ramee.. . Bukan hanya sekedar obrolan warung kopi, diskusi, perdebatan, tapi bahkan sampai bertengkar, pelecehan bully-membully. Apakah ini yang namanya PESTA DEMOKRASI?

Teman, ketika anda mencaci-maki lawan, membela mati-matian jagoan anda, apakah anda menyadari bahwa perilaku anda itu layak dipertanggung jawabkan? Alhamdulillah kalau anda merasa pantas, dengan mengantongi landasan berpikir yang jelas. Disertai fakta dan ilmu pengetahuan yang memadai. Yang acapkali terjadi, pengetahuan hanya sebatas informasi di media.

Padahal bisa kita cermati seberapa besarnya kekuatan media mempengaruhi. Kekuatan yang bisa membolak–balik fakta, disaat uang ikut angkat bicara. Media bisa saja mencakar-cakar muka kita, mata dan telinga, tanpa kita sadari kita sudah berdarah-darah. Money and it’s all about the money.

Temanku dan saudaraku, cobalah naik sampai ke puncak gunung. Maka akan sangat luas jangkauan pandangan mata. Kita bisa melihat sekeliling gunung dengan panorama yang menakjubkan. Apabila kita hanya berada di kaki gunung, jarak pandang akan sangat terbatas.

Saya ingin sekali bertanya, bagaimana rasanya apabila anda punya ijin naik gunung, mendaki dengan lelah sampai tiba di puncak lalu berkenalan dengan banyak pendaki lain? Hm… sebagai mantan anggota pencinta alam di kampus saya pernah merasakan itu, lalu.. apa hubungannya nih sama capres dan nyapres #OOT ?? Nggak lah.. nggak oot kok, ini hanya analogi hehe.. sambungin aja deh.

Boleh saya tanya yang lain ya.. (nanya muluu!) gimana kalau teman dekat anda pejabat negara? Gimana kalau anda punya teman sekolah, teman dekat yang sekarang jadi pemegang jabatan tinggi di partai ini- partai anu, anggota DPRD bahkan anggota DPR. Mungkin ada yang saudaranya anggota dewan.

Tetangga anda jadi walikota.  Teman SMA tersangka koruptor, berurusan dengan KPK, mantan Bos anda sudah jadi tersangka yang sedang nginap dibalik jeruji besi. Teman kampus anda ada yang jadi Politikus. Bahkan yang paling parah, ada teman anda yang profesinya nggak jelas, tapi terkenal sejajar dengan sosialita atau artis papan atas, dengan santainya membeberkan bagaimana dia “bekerja”, yaitu dengan kecantikan dan keahlian me-lobby, Keputusan pemerintah, SK Menteri bisa diatur asalkan bayarannya cincayy!!. Kebijakan ekspor impor bisa diatur..  tanpa memandang nasib rakyat, petani, peternak, pengrajin atau siapapun, oalaaahhh. Client-nya pastilah pengusaha kelas kakap atau golongan tertentu yang banyak duit.

Dan tiba-tiba, namanya muncul disebut-sebut sebagai tokoh dibalik layar pencitraan pada Pilgub.  Ramai pemberitaan di media. Nggak akan heran dong.. karena sebelumnya dia sudah dengan sadar menceritakan “profesinya”.  Kali ini, antara kenyataan dan media tidak tabrakan, tapi klop.

Wow… Inilah dunia Politik. Kadang bikin saya muak serta merta. Berharap tidak “terseret” seperti mereka. Ini yang membuat saya lebih menyukai dunia literasi, tulis menulis. Walau sahabat-sahabat banyak yang terjun ke ranah politik, saya merasa sangat tidak berbakat disitu. Tak apalah saya tidak punya Alphard atau Mercy keluaran terbaru. Hihi…

Nah.. kalau bicara teman, sahabat, tetangga, pastinya anda tahu bagaimana kehidupan sehari-harinya.  Siapa orang tuanya dan bagaimana kondisi keluarganya. Apa yang mereka lakukan, bahkan gaya dan wataknya mungkin anda hafal. Anda juga akan menyaksikan dengan mata kepala kegiatan mereka. Bolak-balik shopping? Mondar-mandir mengadakan lawatan ke negeri antah berantah? Tiap bulan bahkan tiap minggu. Ke luar negerti laksana ke toilet dengan paspor dan visa sakti.  Jejeran mobil mahal yang memenuhi garasi dengan sim salabim. Lalu.. ketika mereka-mereka di pesta demokrasi tahun 2014 ini Nyaleg, atau bahkan Nyapres, anda pasti tahu dong, akan mendukung atau tidak. Kalo mendukung, bolehlah anda membela sampai titik darah penghabisan #ciee tapi kalo nggak ya nggak usah juga menghujat sana sini dengan lidah tajam bak pedangnya wiro sableng. Pedang? Kapak kali yaa… Biar Allah yang menilai di “judgement day” nanti. Terkecuali memang ada bukti-bukti jelas, silakan diurus oleh KPK.

Sayangnya, saya melihat banyak rekan-rekan hanya menilai berdasarkan pengetahuan dari media online dan offline.  Atau dari mengikuti perkumpulan-perkumpulan, menjadi aktivis dan lain sebagainya yang hanya berada di posisi garis bawah. Membela partai tertentu seolah sudah berjuang membela negara. Bahkan ada yang sampai menyeru Jihad, karena yakin Partainya membela agama dengan benar. Tanpa  tahu dengan pasti sosok  pucuk – pucuk pimpinan. Tidak kenal dengan pemimpinnya. Kaca mata kuda yang dijejalkan untuk dipakai.

Orang-orang yang katanya Smart, Pandai taulan.. eh itu mah handai taulan ya, begitu mengkultuskan seseorang seperti menganggap malaikat penyelamat atau sekelas nabi deh, padahal tidak kenal dekat dengan sosoknya maupun orang-orang yang berpengaruh terhadapnya.

Yang paling kasihan melihat rakyat yang sering disebut “warga kelas 3” mereka ini sering menelan mentah informasi tak bertanggung jawab yang disebarkan media. Berpuluh macam media dengan berpuluh macam kepentingan. Tanpa tahu siapa dan apa yang dibelanya mati-matian. Dan.. yang paling parah, membela pujaannya dengan mencaci-maki pihak lain, mengeluarkan kata-kata kasar dari kebun binatang. Masya Allah. Lalu, selalu menyerang personal, bukan beradu pengetahuan, fakta atau sedikit wawasan keilmuan.

Cobalah selidiki dengan seksama caleg pilihan anda dan capres pilihan anda. Pusatkan perhatian pada Visi dan Misinya kepada Negara ini. Apa program kerjanya dan bagaimana solusi untuk mengatasi persoalan-persoalan masyarakat kita, jangka pendek sampai jangka panjang. Kalau anda kenal orang dekatnya ya bertanyalah. Ambil referensi dari berbagai buku, jangan hanya media online. Ikuti fakta sejarahnya dari tulisan yang sumbernya jelas, datanya jelas. Baca biografinya, kalau perlu baca buku biografi dari beberapa pengarang berbeda sebagai bahan perbandingan.  Semoga anda, kita, semua rakyat Indonesia mendapat pencerahan dengan jalan yang benar.

Baca juga : http://lisagopar.com/2014/03/jokowirhoma.html

 

 

3 Comments

Add a Comment