Cerita Lucu Abu Nawas yang Bikin Mikir

Cerita Lucu Abu Nawas

Cerita lucu Abu Nawas memang banyak sekali bahkan dengan berbagai versi. Namun tentunya dengan tokoh yang sama yaitu Abu Nawas yang pintar, cerdik, rendah hati, dan sederhana. Hingga berbagai kisah lucunya tidak hanya membuat kita tertawa tapi juga berpikir mengenai makna yang terdapat dalam cerita tersebut. Dari sekian banyak cerita mengenai perjalanan Abu Nawas berikut kami berikan sebuah cerita yang cukup membuat saya berpikir. Apakah Anda juga akan berpikir karenanya?

Untuk bisa mengetahui sejauh mana Anda diajak berpikir mari kita mulai cerita lucu Abu Nawas ini dengan salah satu cerita tentang Abu Nawas. Cerita tentang Abu Nawas yang mengaku sebagai orang yang paling kaya.

 

Cerita Lucu Abu Nawas yang Bikin Mikir

Suatu hari Abu Nawas yang jenaka berkelakar di pasar yang memang sedang ramai pengunjung. Tiba-tiba ia berkata:

“Kawan-kawan hari ini baru saja saya tersadar bahwa betapa bencinya saya pada yang Haq sementara sangat menyukai fitnah.”

Semua orang yang berada di pasar yang mendengarkannya kini mulai tertarik pada cerita Abu Nawas lalu berhenti sejenak dari aktivitas mereka dan mendengarkan kelanjutan cerita Abu Nawas ini.

“Tahu tidak, hari ini sayalah orang yang paling kaya. Bahkan lebih kaya dari Allah SWT.” katanya menambahkan.

Mendengar itu semua orang kaget bukan main akan perkataan Abu Nawas yang terdengar sangat pongah dan tidak menyenangkan. Padahal dalam kesehariannya Abu Nawas termasuk orang yang alim dan selalu taat beribadah. Hingga salah satu utusan istana yang kebetulan berada di sana melaporkan kejadian ini pada raja yang dikenal dengan sebutan Khalifah. Laporan yang tentunya membuat Abu Nawas ditangkap saat itu juga.

Setelah ia tertangkap maka khalifahpun menanyainya dengan penasaran akan kesombongannya kepada Abu Nawas.

“Hai Abu Nawas, benarkah engkau mengatakan bahwa engkau lebih kaya dari Allah SWT?”

“Benar Tuan” Jawab Abu Nawas tanpa ada sedikitpun rasa bersalah.

“Apa maksudnya, Apakah sekarang engkau sudah menjadi golongan orang kafir?” Tanya Khalifah penasaran.

“Ah, saya rasa Khalifah juga pasti berpikiran sama dengan saya. Khalifah membenci perkara yang Haq” Mendengar ini tentu saja Khalifah tersinggung.

“Ah, sungguh terlalu kau Abu Nawas.” Khalifah naik pitam namun Abu Nawas berusaha untuk segera meredakan amarahnya.

“Sebentar Khalifah, dengarkanlah dulu penjelasan saya.” Kata Abu Nawas.

“Penjelasan apa yang ingin kau utarakan Abu Nawas? Sudah jelas-jelas aku sebagai seorang muslim yang harus aku bela adalah yang haq, bukan justru membencinya.” Sanggah Sang Khalifah.

“Pernahkah Khalifah mendengar orang yang membacakan Talqin? Apa yang selalu saya dengar bahwa mati dan neraka itu adalah Haq. Bukankah Khalifah juga membenci keduanya sama seperti aku?” Tanya Abu Nawas membuat Khalifah berpikir dan membenarkan ucapannya.

“Benar juga ya Abu Nawas.” Katanya sambil berdecak menandakan kekagumannya pada kecerdikan Abu Nawas.

“Lalu apa maksudmu bahwa kau senang akan fitnah?”

“Begini Khalifah. Mungkin engkau lupa bahwa dalam Al-Quran jelas disebutkan bahwa harta, benda, dan anak-anak kita adalah fitnah. Khalifah tentu sama dengan saya menyukai ketiganya bukan?”

“Ya…memang” Jawab khalifah lagi-lagi membenarkan perkataan Abu Nawas.

“Lalu apa maksudmu bahwa engkau lebih kaya dari Allah SWT, padahal engkau tahu sendiri bahwa Dia lah Dzat Yang Maha Kaya?”

“Itu memang benar Tuanku, aku memang lebih kaya dari Allah karena aku mempunyai anak sedangkan Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakan.” Jawabnya santai.

“Iya, itu memang benar, tapi apa maksudmu mengatakan hal ini di tengah keramaian hingga semua orang mendengarkan ocehanmu ini?”

“Dengan cara inilah saya bisa bertemu dengan Khalifah.” Katanya lagi.Cerita Lucu

“Memangnya ada perlu apa kau ingin menghadapku Abu Nawas?”

“Agar aku mendapat hadiah dari Khalifah.” Jawabnya dengan tegas menandakan bahaw ia memang pantas mendapat hadiah atas kecerdasannya.

“Dasar kau Cerdik Abu Nawas.” Kata Khalifah sambil mengambil uang beberapa Dinar untuk diberikan kepada Abu Nawas sambil tertawa dan geleng-geleng kepala. Abu Nawaspun diperkenankan untuk pulang dari Istana tentu dengan uang yang cukup besar di sakunya.

“Alhamdulillah, dapat rezeki…..” Katanya sambil bergegas meninggalkan istana dengan senyum puasnya.

 

Itulah salah satu cerita lucu Abu Nawas yang cukup memperlihatkan kecerdikannya. Bagaimana ia berhasil bertemu dengan raja dan akhirnya memperoleh hadiah hanya dengan kelakarnya. Membuatnya ditangkap dan dihadapkan dengan Khalifah, lalu mendapatkan sejumlah uang sebagai hadiah atas jawaban-jawabannya yang cerdas. Ada kebenaran dibalik candaannya hingga Khalifahpun beberapa kali membenarkan apa yang dikatakan oleh Abu Nawas.

Begitulah Abu Nawas. Sosok berilmu yang rendah hati dan jenaka. Ia juga memiliki banyak ilmu dan termasuk sosok cendekiawan Islam yang cerdas. Hingga karya-karyanya cukup dikenal oleh bangsa-bangsa di berbagai belahan dunia. Namun ternyata kekocakannya jauh lebih dikenal dibandingkan kepandaiannya dalam kesusastraan Arab dan ilmu-ilmu lain yang dimilikinya. Itulah sebabnya cerita lucu Abu Nawas seringkali menjadi cerita yang wajib dihadirkan dalam acara-acara yang melibatkan orang-orang Islam yang kita kenal dengan sebutan muslimin dan muslimah.***

One Response

Add a Comment