Candi Sukuh yang Kontroversial

Candi Sukuh yang kontroversialCandi Sukuh diperkirakan berumur sama dengan Candi Cetho. Lokasinya juga tidak jauh karena masih di Kabupaten Karanganya. Tepatnya di Dukuh Berjo, Desa Sukuh, Kecamatan Ngargoyoso yang tiada lain adalah bekas Keresidenan Surakarta, Jawa Tengah. Salah satu Candi bercorak Hindu yang unik karena dibuat secara khusus sebagai wujud pemujaan terhadap Dewa Siwa dan Istrinya Parwati yang merupakan simbol dari kesuburan.

Sederhana

Jika melihat dari Candi Sukuh yang bentuknya lebih sederhana maka banyak ahli yang menyimpulkan bahwa pembuatnya bukanlah seorang ahli pahat batu melainkan pahat kayu biasa. Itulah sebabnya belum mahir membuat ukiran batu yang bagus yang membuat bentuk candi dan ornamen-ornamennya terlihat sederhana dan seadanya. Ditambah lagi dengan kondisi saat pembuatannya yang diperkirakan sedang mengalami serangan dari Demak yang membuat pengerjaannya tidak maksimal.

Terpencil

Lokasi candi memang sedikit terpencil karena berada di lereng Gunung Lawu yang mencapai ketinggian 1.186 meter DPL Sehingga lokasinya memang sulit untuk dijangkau. Anda harus menempuh perjalanan sepanjang 36Km atau jika berkendara melalui Kota Karang Anyar sepanjang 20Km. Walaupun demikian keberadannya justru yang membuat candi ini memiliki udara yang sangat bersih, sejuk dan rimbun.

Sejarah Candi Sukuh

Sir Thomas Stanford Raffles-lah yang menggagas penelitian terhadap candi ini dengan bantuan Johnson yang pada waktu itu menjabat di Residen Surakarta. Tepatnya pada sekitar tahun 1815. Sama hal nya dengan Candi Cetho, Candi ini juga dianggap sebagai candi yang dibuat jauh sebelum jaman Majapahit karena bentuk bangunannnya yang mirip pyramida.

Kontroversial

Bentuk Arca dan Relief pada Candu Sukuh yang terkesan cabul menjadikannya kontroversial. Mulai dari reliefnya hingga Arca yang secara jelas memperlihatkan gambar kemaluan laki-laki. Bahkan terdapat patung tanpa kepala yang sedang memegang alat kelaminya. Di satu bagian juga terdapat pada Candi Sukuh yang berbentuk alat kelamin wanita yang dipercaya sebagai alat untuk mengetes keperawanan seseorang.

Caranya yaitu dengan membuat wanita yang akan diuji melompati celah sebuah Arca di sana. Jika ia masih perawan maka ketika melewati celah yang terdapat pada batu itu maka kemaluannya akan mengeluarkan darah. Sebaliknya yang sudah tidak perawan maka bawahan yang dikenakannya justru yang akan robek. Begitulah adanya Candi Sukuh yang kontroversial ini.*** (IEN)

Add a Comment