Candi Muara Takus yang Unik

Candi Muara Takus adalah salah satu candi yang berada di Pulau Sumatera. Candi ini merupakan candi peninggalan umat Budha yang berasal dari Kerajaan Sriwijaya. Memiliki bentuk dan rupa yang unik karena tidak sama dengan candi-candi lain yang ada di Indonesia. Terutama yang tersebar di Pulau Jawa. Mulai dari bahan yang digunakan untuk membuat candi juga bentuknya yang lebih menyerupai candi-candi yang berada di luar negeri seperti di Vietnam, India, Srilanka, Myanmar, dll.

Ada dua pendapat mengenai penamaan Candi Muara Takus ini. Pertama berasal dari sebuah sungai kecil yang bernama Takus yang bermuara ke sungai Kampar sedangkan pendapat lainnya mengatakan Muara Takus ini berasal dari kata “Muara” dan “Takus”. Kata yang kedua yaitu “Takus” berasal dari bahasa Cina yaitu “Ta” yang artinya besar. “Ku” artinya tua, dan S yang dibaca “Se” yang berarti candi atau kuil. Hingga artinya adalah kuil tua yang besar yang berada di muara.

Candi Muara Takus

Lokasi Candi Muara Takus

Candi Muara Takus merupakan sebuah komples percandian yang tidak hanya besar tapi juga luas. Lokasinya berada di Kecamatan Tigabelas Kota Kampar, Kabupaten Kampar. Jika Anda menempuh perjalanan dari kota Pekan Baru maka Anda harus melewati jarak 135 Km untuk sampai di komplek candi ini. Sekira 3 jam Anda sudah sampai di lokasi ini.

Dari jalan Lintas Riau Sumatera Barat jaraknya hanya 20Km saja. Hal ini juga disebabkan oleh letaknya yang berada di tepi Sungai Kampar. Lokasi yang mudah dijangkau ditambah lagi dengan keunikan bentuk dan rupa candi membuat banyak orang yang tertarik untuk mengunjungi Candi Muara Takus ini. Itulah sebabnya jika waktu liburan sekolah tiba pengunjung menjadi jauh lebih banyak dari biasanya.

Bangunan Utama Candi Muara Takus

Sebagai komplek percandian maka tentunya terdapat lebih dari satu candi yang berada di lokasi ini. Berikut ini adalah bagian utama bangunan dari Candi Muara Takus ini:

  • Candi Mahligai

Ini adalah salah satu bagian utama candi. Banyak orang menyebutnya sebagai Stupa Mahligai yang menjadi Candi yang paling megah dibandingkan candi lainnya di komplek Percandian Muara Takus ini. Bangunannya masih tegak berdiri dan terlihat masih utuh karena memang tidak ada kerusakan yang berarti pada candi ini. Candi ini berdiri pada pondasi berukuran 9,44 x 10,6 meter dengan pintu candi yang terletak di bagian Selatan. Terdiri dari bagian kaki, badan, dan atap yang secara kesulurah membentuk Stupa.

  • Candi Tua

Candi ini bisa dikatakan yang terbesar dibandingkan dengan candi lainya di komplek Candi Muara Takus ini. Penduduk menyebutnya sebagai Candi Sulung yang terbagi menjadi bagian kaki candi, bdan dan atap candi. Kakinya membentuk lingkaran berdiameter 7 meter dengan ketinggian 2,37 meter sedangkan yang kedua hanya 1,98 meter saja.

Candi Sulung ini juga memiliki tangga yang lebarnya mencapai 3,08 meter di bagian Barat dan 4 meter di bagian Timur. Uniknya walaupun berukuran besar, candi ini sama sekali tidak memiliki ruang kosong di bagian dalamnya. Tentunya membuat bahan yang digunakan menjadi semakin banyak dibandingkan Candi Budha pada umumnya.

  • Candi Bungsu

Candi bungsu adalah candi yang berada di sebelah Candi Mahligai. Tepatnya di sebelah Barat dengan atap berbentuk segi empat. Ukuran atapnya 13,20×16,20 meter lengkap dengan stupa-stupa yang berukuran kecil. Candi ini memiliki tangga yang berada di sebelah Timur candi. Bangunan ini dibuat dengan bahan yang berbeda. Bagian Utara dibuat dengan batu pasir sedangkan di bagian Selatan dengan menggunakan batu bata.

Seorang peneliti yang bernama Yzernab sempat melakukan penelitian terhadap candi ini. Ia menemukan adanya sebuah lubang di tepi Padmasana Stupa. Di dalamnya terdapat tanah dan abu dengan 3 potongan emas serta keping berbahan lain di bagian dasar lubang tersebut. Pada kepingan tersebut terdapat goresan yang bergambar Trisula dan 3 huruf nagari. Selain logam, ia juga menemukan potongan batu persegi dengan relif trisula serta 9 huruf yang terdapat pada salah satu sisinya.

  • Candi Palangka

Bangunan ini berada tepat di bagian Timur Candi Mahligai. Candi yang berukuran 5,10 x 5,7 meter ini memiliki ketinggian hingga 2 meter. Menurut para peneliti candi ini diperkirakan sebaga salah satu candi yang difungsikan sebagai altar. Itulah sebabnya jika dilihat dari bentuknya candi ini termasuk yang berbentuk paling sederhana dibandingkan yang lainnya.

Sejarah Candi Muara Takus

Candi Muara Takus adalah Candi Budha peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Bahkan candi ini disebut-sebut sebagai candi tertua peninggalan kerajaan Sriwijaya. Candi ini telah berdiri sejak jaman kejayaan Sriwijaya yang merupakan salah satu kerajaan Budha yang cukup besar di Indonesia. Candi Muara Takus ini ditemukan oleh seorang Arkeolog bernama Corner D. Groot pada tahun 1860. Keunikannya terletak pada penggunaan bahan bangunan yang beragam. Tidak hanya batu bata tapi juga bau pasir dan batu sungai.

Bagian sisi yang merupakan batu bata berukuran besar yaitu 74×74 cm membuatnya berbeda dengan candi Budha lainnya di Indonesia. Sebut saja Candi Borobudur misalanya yang terbuat dari batuan Andesit hingga memiliki relief dalam jumlah yang cukup banyak. Jika Anda penasaran ingin melihat bagaimana bentuk aslinya, tidak ada salahnya mengagendakan untuk mengunjungi Candi Muara Takus ini ketika Anda hendak berwisata ke Riau.***

One Response

Add a Comment