Candi Asu yang Mungil

Candi Asu adalah salah satu candi bercorak Hindu yang berlokasi di kaki Gunung Merapi. Tepatnya di Dusun Candi Pos, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Magelang, Jawa Tengah. Lokasinya tak jauh dari Candi Pendem dan Candi Lumbung yang juga bercorak budaya Hindu. Untuk menyambangi candi ini akses tercepat bisa melalui Kota Muntilan. Jaraknya hanya 7 km saja dari pasar Talun. Anda sudah bisa menemukan salah satu candi Hindu yang unik ini. Ciri Khas Candi Hindu

Candi Asu yang Mungil
Asu Temple, Sengi, 2014-06-20 (04)” by Crisco 1492Own work. Licensed under CC BY-SA 3.0 via Commons.

 

Sejarah Candi Asu

Berdasarkan catatan sejarah Candi ini ditemukan oleh de Plink yang merupakan seorang berkebangsaan Belanda. Para sejarahwan menemukan bahwa Candi Asu berdiri pada masa pemerintahan Prabu Hayuwangi Darmalih Salingsinga yang dikenal pula dengan nama Rakai Hayuwangi. Tepatnya pada abad ke VIII menjelang kejayaan Hindu-Budha.

Keunikan Candi

Keunikan candi Hindu ini selain karena keanehan namanya juga karena bentuknya yang berbeda dari candi Hindu pada umumnya. Ukurannya tidak lebih dari 7,5 meter x 8 meter saja. Bahkan yang tersisa saat ini hanyalah bagian pondasi dan kaki candinya saja dengan ketinggian 2,5 meter. Di dalam Candi Asu ini terdapat sebuah sumur yang telah mengalami pendangkalan hingga kedalamannya hanya tersisa 5 meter saja. Di sisi sumur inilah terdapat Arca Dewidani yang terkenal itu.

Arti nama Asu

Keterkenalan nama Dewindani tiada lain karena mitos yang beredar mengenai penamaan Candi ini. Satu versi mengatakan bahwa “Asu” yang berarti “Anjing’ dengan konotasi hina dan kasar ini sebagai bentuk perwujudan seorang wanita yang melakuan perselingkuhan padahal ia sudah menikah.

Versi yang lebih awal mengatakan bahwa kata ‘Asu’ berasal dari kata “Ngaso’ yang juga berasal dari Bahasa Jawa yang berarti ‘Beristirahat’. Menurut legenda candi ini adalah makam Sang Prabu Hayuwangi yang memang sengaja datang ke Candi ini untuk beristirahat selama-lamanya. Itulah sebabnya candi ini dinamakan Candi Asu.

Adanya dua asal muasal nama tersebut menjadi bukti kuat bahwa penamaan Candi ini diberikan oleh masyarakat hingga akhirnya terdapat 2 versi yang berbeda. Namun keduanya cukup bisa dimengerti dan masuk logika. Walau bagaimanapun kisah yang berkembang, Candi Asu adalah salah satu warisan budaya masa lalu yang harus dipelihara agar tetap dapat dinikmati generasi penerus pada masa yang akan datang.***

Add a Comment