Benarkah Atlantis yang Hilang Ternyata Indonesia?

Percayakah Anda jika Atlantis yang hilang ternyata Indonesia? Jawaban yang hingga kini masih menjadi teka teki para ahli geografis maupun sejarawan di dunia. Namun dari banyak temuan baik mengenai Atlantis, bagaimana hilangnya Atlantis, karakteristik Atlantis, bentuk geografis Indonesia serta berbagai khasanah geografisnya menunjukan bahwa jawaban ini memanglah benar adanya.

Atlantis yang hilang ternyata Indonesia

Mengejutkan tapi juga membuat bangga. Alasannya karena Atlantis adalah salah satu wilayah yang mengalami peradaban yang luar biasa pada masa lalu. Setidaknya itulah yang dikatakan Plato dan para ahli sejarah lainnya yang mendukung pendapat Plato ini. Itulah sebabnya hal ini membuat keberadaan Indonesia, termasuk masyarakatnya, selayaknya tidak lagi dipandang sebelah mata oleh dunia. Alasannya tentu karena nenek moyang bangsa kita adalah bangsa berperadaban tinggi yang sempat mengalami kejayaan di masa lalu.

Sebagai orang awam tentunya merasa percaya tak percaya akan pernyataan bahwa Atlantis yang hilang ternyata Indonesia. Oleh karena itu mari kita buka satu persatu fakta yang dapat meyakinkan kita bahwa pernyataan tersebut benar adanya. Berikut fakta-faktanya:

Karakteristik Atlantis Persis Indonesia
Arysio Nunes dos Santos melakukan perbandingan antara karakteristik Atlantis dengan Indonesia dalam 33 kriteria. Diantaranya adalah luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, cara penduduk bertani, keberadaan gunung berapi hingga aktifitasnya, termasuk bentuk pesawahan yang berundak-undak yang juga merupakan hasil adopsi budaya Aztek. Seperti halnya bentuk piramida di Mesir. Ini juga dapat kita lihat pada bentuk-bentuk candi di Indonesia diantaranya Candi Borobudur.

Isi dari deklarasi Juanda juga merupakan salah satu yang merujuk pada hasil penelitian Santos bahwa faktanya Kepulauan Indonesia itu dulunya merupakan sebuah daratan luas. Gempa bumi dasyat menyebabkan daratan tersebut terpecah-pecah dan membentuk berbagai pulau yang secara keseluruhan masuk ke dalam wilayah Indonesia. Hingga Indonesia merupakan satu paket daratan dan lautan yang berada dalam wilayah Negara Kesatuan Indonesia.

Santos juga menyatakan bahwa Atlantis dulunya terbentang mulai dari India bagian Selatan, Sri Lanka, Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan seterusnya hingga ke arah Timur dengan pusatnya yaitu Indonesia saat ini. Keberadaan deretan gunung berapi yang aktif juga dikelilingi oleh samudera yang ia sebut dengan Orientale yang terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasific yang keduanya merupakan samudera yang menyatu.

Letusan puluhan Gunung berapi yang menyebabkan terjadi pencairan es membuat beberapa wilayah terendam oleh air hingga terlihat menjadi pulau-pulau kecil. Salah satunya yaitu letusan Meru di wilayah India Selatan sedangkan di Indonesia yaitu Gunung Semeru, dan Mahameru. Pun dengan yang terjadi di Sumatera utara yaitu letusan Gunung yang membentuk sebuah danau yang dinamakan Danau Toba serta Pulau Samosir yang tiada lain adalah sisa dari gunung berapi yang meletus tersebut.

Atlantis the lost continent finally found

Satu lagi yang tak kalah hebatnya dalam membentuk kepulauan Indonesia yang membuat pernyataan Atlantis yang hilang ternyata Indonesia adalah meletusnya Gunung Krakatau yang membuat terbentuknya Pulau Sumatera, Jawa, dan Pulau-Pulau lain di sekitarnya hingga terbentuknya Selat Sunda serta apa yang kita kenal dengan tatar Sunda saat ini.

Kenapa Indonesia?
Benarkah Atlantis yang Hilang Ternyata Indonesia?

Selanjutnya pertanyaan terakhir kita yaitu bagaimana bisa dikatakan bahwa Atlantis yang hilang ternyata Indonesia? Dalam hal ini pendapat Plato dan Santos sama-sama menyatakan bahwa:
Lokasi benua yang tenggelam itu benar adanya dan Santos memastikan bahwa itu adalah wilayah Negara Kesatuan Indonesia saat ini.
Plato dan Santos memiliki pendapat yang sama bahwa adanya kesamaan jumlah dan panjang rangkaian pegunungan berapi di Indonesia dengan rantai pegunungan berapi di Atlantis. Hal ini membuatnya berkeyakinan bahwa Atlantis yang hilang ternyata Indonesia. Rangkaian pegunungan tersebut meliputi Gunung Kerinci, Talang, Krakatau, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Gunung Agung, dan Gunung Rinjani.
Adanya lumpur yang merupakan hasil akibat tercampurnya abu letusan gunung berapi dengan air laut. Lumpur ini mengendap dan meresap di wilayah daratan hingga tercampur dengan gas-gas alam hingga lapisan lumpur tersebut menjadi area yang tidak dapat dilalui. Fakta yang terjadi di Area Sidoarjo ditemukan adanya kanalisasi sebagai akibat dari campuran lumpur sisa letusan gunung berapi di masa lalu yaitu di Atlantis.

Baca juga : Memecah Teka Teki Dimana Letak Benua Atlantis yang Hilang

Begitulah fakta-fakta yang dapat kita telaah mengenai pernyataan bahwa Atlantis yang hilang ternyata Indonesia. Darinya kita bisa belajar dan lebih mawas diri dengan rangkaian potensi bencana yang mungkin terjadi seperti yang pernah terjadi pada Atlantis di masa lalu. Tentunya dengan sigap terhadap tanda bencana dan menggunakan berbagai teknologi mutakhir yang bisa menanggulanginya agar sejarah tak berulang.

 

Plato 427SM - 347SM

 

 

Kau masih muda anakku… .
Dan setelah

tahun-tahun berlalu, waktu akan mengubah
atau membalik keyakinan-
keyakinanmu saat ini. Karena itu kendalikan
dirimu untuk sejenak. Jangan jadikan dirimu
sebagai hakim yang mengadili masalah-
masalah tertinggi

Plato (427SM-347SM)

 

3 Comments

Add a Comment