Arsitektur Candi Kontroversial

Adalah Candi Sukuh, candi yang disebut-sebut sebagai candi kontroversial itu. Anggapan ini dikarenakan bentuk arca, relief maupun arsitektur candi yang banyak meng-ekspos simbol Lingga dan Yoni. Prasangka ini membuat orang menjadi salah kaprah dalam menilai tujuan dari pembuatan candi ini. Itulah sebabnya mari kita lihat sisi lain dari candi kontroversial ini.

Sambutan Candi Sukuh

Kunjungan Anda akan disambut oleh sebuah gapura utama yang cukup besar di teras pertama. “Gapura Buta Abara Wong” tertulis di sana. Jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti “Gapura raksasa memangsa manusia”. Tulisan ini bernama Candrasangkala hingga munculah argumen bahwa gapura ini dibuat pada tahun 1437 masehi.

Anda juga akan disambut dengan relief Alat kelamin laki-laki dan perempuan yang dikaitkan dengan Lingga dan Yoni yang tiada lain adalah simbol kesuburan. Dengan melangkahi relief ini maka Anda dianggap telah disucikan dari semua kekotoran yang ada pada diri Anda.

Gapura Candi yang Rusak

Pada teras berikutnya teronggok sebuah gapura dengan kerusakan yang cukup parah. Tertulis disana “Gajah Wiku Anahut Buntut” yang artinya “Gajah pandita menggigit ekor” yang berarti tahun 1378 saka atau tahun 1465 masehi. Terpaut cukup lama dengan tulisan yang terdapat pada gapura sebelumnya.

Gapura di Candi Utama

Ini adalah bagian utama candi sukuh itu sendiri. Di pelataran luas dengan beberapa patung kontroversial di kiri kanan teras. Pada candi utama terdapat lorong kecil yang juga berundak pada bagian tengahnya. Vandi utama ini berada tempat di tengah teras yang menghadap arah Barat berbentuk punden berundak.

Di sisi kanan Candi Arca Garuda dan 3 ekor kura-kura berpunggung rata berbaris untuk penyimpan sesaji dalam melakukan ritual penyembahan dewa dan dewi. Pada sisi ini Anda juga dapat melihar Relief yang berkisah mengenai Tirta Amerta yang bercerita mengenai air kehidupan yang terdapat dalam kitab Mahabarata. Tak tertinggal kisah kidung Sudhamala yang tiada lain adalah Sadewa.

Pada puncak candi juga dapat Anda temukan tempat penyimpanan berbagai persembahan dalam ritual atau sembahyang yang dilakukan umat hindu hingga saat ini. Itulah sebabnya tak heran jika sesekali ditemukan sisa dupa, bunga, air, dll di sana. Menjadi bukti eksistensi umat Hindu dan menandakan candi Sukuh yang dianggap candi kontroversial ini masih digunakan.***

Add a Comment