Aroma Kopi Membuat Penulis Terjaga

Benarkan aroma kopi membuat penulis terjaga? Hmm… ternyata pernyataan ini tidak sepenuhnya benar tapi juga tidak sepenuhnya salah. Alasannya karena faktanya caffein yang terdapat pada kopilah sebenarnya yang membuat penulis dapat terjaga. Zat ini terbukti dapat membalik kerja sebuah senyawa yang terdapat dalam sel saraf, pada otak yang menimbulkan rasa kantuk. Zat tersebut dinamakan adenosine yang berperan dalam memberikan sinyal mengantuk pada seseorang.

Stimultant Kuat
            Efek ini akan terasa tidak hanya pada kerja otak tapi juga pada organ tubuh lainya. Diantaranya pada otot rangka jantung serta sistem pernafasan. Pengaruhnya membuat tekanan darah bertambah, jantung berdetak lebih cepat dan tentunya otak menjadi lebih fokus atau konsentrasi. Itulah sebabnya aroma kopi membuat penulis terjaga seolah memberi pertanda akan ada efek yang lebih dahsyat dari itu. Efek tersebut semakin terasa setelah kopi benar-benar diminum oleh penulis. [Tips Asyik Menulis Artikel]

Itulah sebabnya kebanyakan penulis seringkali menjadikan kopi sebagai salah satu sajian yang harus ada di setiap aktivitas menulisya. Terutama jika rasa kantuk atau mata lelah mulai menyerang secara bertubi-tubi. Godaan para penulis yang seringkali meninggalkan naskahnya dan akhirnya tertidur pulas. Alhasil naskah mereka tak rampung. Di sinilah diperlukan upaya untuk mengorbankan sedikit waktu untuk menyeduh kopi yang akan menyelamatkannya dari ketiduran. Apalagi di saat menjelang Dead Line. Bisa-bisa bos kecewa karena akan membuat jadwal lainnya menjadi berantakan.

Kopi Merevitalisasi Tubuh
            Menikmati secangkir kopi mulai dari menghirup aromanya hingga merasakan sensasi minum kopi dapat membuat stamina terasa bugar kembali. Lelah dan letih rasanya hilang sementara semangat kembali membara. Seiring dengan detak jantung yang berdetak lebih cepat, energipun mengalir seperti air jatuh dari cucuran atap. Begitu deras hingga ide yang ada di kepala bisa mengalir dengan sempurna.

Kopi membuat penulis terjaga dan lupa akan rasa ngantuk dan perasaan lelah hingga merasa kembali bertenaga. Dengan begitu tambahan waktu kerja di malam haripun sudah tidak menjadi kendala lagi. Apa yang ada di kepala seakan bertumpah ruang menanti untuk segera dikeluarkan melalui tulisan-tulisan yang terangkai menjadi sebuah paragraf, berlanjut ke bab yang lain, lalu berganti halaman hingga tulisan yang dibuat selesai.

Hendaknya saat seperti ini dimanfaatkan oleh penulis untuk terus menggali ide yang ada di kepala hingga keluar semua dan menjadi bahan bacaan yang bermutu. Terus menulis sebelum rasa lelah itu datang lagi. Lelah yang sebenarnya sebagai pertanda bahwa tubuh perlu istirahat. Terutama otak, mata, dan tangan. Beristirahatlah sejenak untuk me-recharge tubuh agar tidak sampai drop. Karena walau bagaimanapun tubuh memiliki batas tertentu yang tidak boleh kita acuhkan secara berlebihan.

Kopi Sebagai Antidepresan
          Perasaan buntu, kehilangan ide atau gagasan dan sulit menuangkan apa yang ingin dituliskan adalah hal yang seringkali terjadi pada penulis. Sementara tenggat waktu tak mau menunggu dan harus ditaklukan. Menghirup keharuman kopi membuat penulis terjaga juga bisa menjadi aroma terapi untuk menghilangkan kebuntuan itu. [Menulis Pahitnya Hidup Seperti Rasa Kopi]

Dengan menghirupnya secara perlahan maka perlahan tubuh dan pikiranpun terasa lebih rileks. Perasaan tertekan itu sedikt demi sedikit semakin terasa ringan hingga sedikit demi sedikit otakpun dapat kembali bekerja dengan baik. Ide-ide mulai keluar, begitupun solusi dari permasalahan yang sedang kita hadapi. Termasuk kebuntuan ide yang seringkali dirasakan penulis sekalipun para penulis profesional. Hasilnya tulisanpun bisa mengalir kembali dengan lancar.

Kopi Membuat Penulis Terjaga

Relaksasi dengan Rasa Pahit
          Jangan sepelekan rasa pahit pada kopi. Justru rasa pahit yang dirasakan dari secangkir kopi hitam tanpa gula akan membuat Anda merasa lebih santai bahkan seketika. Semakin pahit efeknya semakin Wow untuk tubuh. Tapi tentunya masih sesuai dengan kadar normal karena tetaplah sesuatu yang berlebihan itu memiliki efek yang kurang baik.

Kopi espresso biasanya menjadi kopi pilihan untuk mendapatkan sensasi kopi pahit ini. Tidak banyak memang yang menggemari kopi jenis ini, tapi jika Anda merasa teramat sangat stress dan tegang tidak ada salahnya mencoba menikmati kopi espresso ini. Pahitnya kopi justru membantu Anda mengusir galau dan berbagai emosi negatif yang sedang Anda rasakan. Termasuk tenggat waktu yang akan segera tiba dan ide yang juga belum keluar.

Dari uraian tersebut maka tidak hanya aromanya saja, tapi kopi membuat penulis terjaga yang berupa wujud kopi itu sendiri. Menikmati secangkir kopi berarti Anda tidak hanya menikmati aromanya saja, tapi juga rasanya. Selain itu Anda juga dapat merasakan berbagai efek yang dahsyat dari mulai menghirup aroma hingga merasakan nikmatnya kopi. Sekalipun pahit rasanya namun manfaatnya juga tak kalah banyak. Termasuk untuk para penulis yang begitu dekatnya dengan kopi.***

Add a Comment